CIBINONG TODAY – Langkah arogansi  Pemkot Bogor meminta perluasan wilayah yang langsung disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat beberapa waktu lalu, jelas kangkangi Pemkab Bogor sebagai pemilik wilayah.

Bupati Bogor, Ade Yasin (AY) tak rela melepas wilayah yang salam ini Pemkab Bogor danai untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. AY menilai Pemkot Bogor tidak mengedepankan etika komunikasi antar pemerintah daerah, harusnya Bima sebagai orang nomor satu di kota hujan melakukan koordinasi dengan empunya wilayah.

“Saya belum diajak ngomong, masyarakat juga belum diajak ngomong. Ya, jadi saya belum bisa komentar banyak,” kata Ade Yasin Rabu (17/7/2019).

Dalam rencananya, Pemkot Bogor menginginkan enam wilayah yang ada di Kabupaten Bogor. Diantaranya Desa Cibanon Kecamatan Sukaraja, Ciawi, Gadog, Tamansari, Ciomas dan Kecamatan Dramaga.

Yang paling menjadi sorotan, adalah Desa Cibanon Kecamatan Sukaraja. Wilayah yang sempat menjadi desa tertinggal di Kabupaten Bogor ini perlahan memperlihatkan keeksistensiannya.

Apalagi, perjuangan Pemkab Bogor untuk membangun desa tersebut cukuplah berat, sebelum wilayah itu  menjadi yang diperhitungkan utamanya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Melihat itu, Ade Yasin sedikit memberikan sinyal bahwasannya Desa Cibanon tak akan diserahkan begitu saja.

“Disini Cibanon, sudah mulai berkembang karena sudah ada investor masuk yang mudah-mudahan ini juga mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Dan Cibanon itu kan kecil dan warganya juga sedikit, saya pikir dari Cibanon nantinya akan menularkan perkembangannya ke wilayah-wilayah yang lain, desa-desa terdekat,” pungkasnya. (Firdaus)

loading...