Screen-Shot-2016-02-03-at-08.52.04PYONGYANG TODAY– Korea Utara (Korut) kembali me­luncurkan dua rudal jarak me­nengah. Satu rudal gagal men­gudara, sedangkan satu rudal lainnya meluncur sejauh 400 kilometer.

Disampaikan Kemente­rian Pertahanan Korea Se­latan (Korsel), seperti dilan­sir AFP dan Reuters, Rabu (22/6/2016), dua rudal yang diluncurkan dari wilayah Wonsan itu, diyakini jenis ru­dal balistik Musudan yang me­miliki jangkauan menengah dan mampu mencapai pang­kalan udara Amerika Serikat di Guam.

Rudal pertama diluncurkan sesaat sebelum pukul 06.00 waktu setempat dan dinyatakan gagal oleh Kementerian Per­tahanan Korsel. Rudal kedua diluncurkan dari lokasi yang sama, selang 2 jam kemudian, dan dilaporkan mengudara se­jauh 400 kilometer hingga jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang.

“Korea Selatan dan Amerika Serikat tengah melakukan anali­sis lebih lanjut,” demikian pern­yataan Kementerian Pertahanan Korsel. Dalam pernyataan terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengecam keras peluncuran dua rudal itu. AS menyebutnya sebagai pelanggaran resolusi PBB yang melarang Korut meng­gunakan teknologi rudal balistik.

“Kami akan mendorong PBB, untuk memperkuat upaya internasional dalam meminta (Korut) bertanggung jawab atas aksi provokatif ini,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby.

Sedangkan Pentagon meny­atakan, pihaknya telah melacak kedua rudal itu. “(Kedua rudal) Tidak memberi ancaman untuk Amerika Utara,” tegas Penta­gon.

Sejak awal tahun ini, Korut melakukan empat uji coba rudal Musudan yang semuanya gagal. Rudal Musudan disebut memi­liki jangkauan 2.500 kilometer – 4.000 kilometer. Rudal jarak dekat Korut disebut mampu menjangkau seluruh wilayah Korsel dan Jepang, sedangkan jarak menengah mampu men­jangkau pangkalan militer AS di Guam.(Yuska Apitya/net)