90654881JAKARTA Today – PT Bank Neg­ara Indonesia Tbk (BNI) terus mengincar pembiayaankredit ko­rporasi ke proyek infrastruktur.

Direktur Bisnis Banking I BNI Herry Sidharta men­gatakan, sektor infrastruktur sep­erti pembangkit tenaga listrik, jalan tol, pupuk dan semen ini masih membutuhkan pinjaman kredit untuk ekspansi.

“Kami akan mengincar pem­biayaan kredit korporasi sebesar Rp 32 triliun untuk tahun 2016,” katanyaJumat (22/7).

Artinya, BNI akan menca­pai outstanding kredit korporasi yang terdiri dari korporasi swasta dan BUMN sekitar Rp 169 triliun di akhir tahun ini, dari perhitun­gan outstanding kredit korpora­si akhir tahun lalu sebesar Rp 137 triliun. Untuk mencapai target, Herry bilang, pihaknya tengah mengincar pencairan kredit sek­tor pembangkit tenaga listrik sebesar Rp 6 triliun di semester II-2016. Misalnya, Perusahaan Lis­trik Negara (PLN) dan Indepen­dent Power Producer (IPP) akan menerima pinjaman kredit untuk membangun pembangkit listrik.

Kemudian, BNI akan men­cairkan kredit senilai Rp 3,28 triliun di semester II-2016 un­tuk Petrokimia Gresik dalam membangun pabrik Amoniak Urea II yang akan operasional di 2017. BNI juga akan mencairkan kredit untuk pembangun pabrik Semen Baturaja dengan cara sin­dikasi sebesar Rp 1,5 triliun.

Herry menambahkan, pi­haknya juga telah menyiap­kan plafon kredit hingga Rp 10 triliun untuk sektor kredit jalan tol. BNI akan memberikan du­kungan untuk pembangunan ja­lan tol di ruas tol Jawa dan ruas tol Sumatera. “Untuk jalan tol, kami memberikan kredit dalam bentuk investasi dan modal kerja,” tam­bahnya.

Bank berlogo 46 ini telah mencatat penyaluran kredit ko­rporasi sebesar Rp 154 triliun per kuartal II-2016. Informasi saja, BNI menargetkan kredit tumbuh 17%-18% di tahun 2016. (Abdul Kadir Basalamah/Net)

loading...