155809_dollargilasrupiahrachman2JAKARTA, TODAY – “Kredit perbankan diperkirakan akan melejit pada semester II-2016. Ini terjadi karena tax amnesty akan mendo­rong dana masuk ke dalam negeri,” kata Nelson Tam­pubolon, Deputi Komis­ioner Pengawas Perbank­an I di Kantornya, Selasa (12/7/2016).

“Di semester II saya me­lihat banyak faktor yang kita harapkan mendorong per­tumbuhan kredit. Pertama ini kan dana masuk akan cuk­up banyak, dari tax amnesty rasanya nggak perlu kita ra­gukan lagi. Jumlahnya bera­pa nggak bisa saya prediksi. Tapi pasti besar,” jelasnya.

“Hal itu menambah ke­mampuan bank untuk me­nyalurkan kredit. Bank ti­dak lagi ada kekhawatiran masalah likuiditas. Biarpun sekarang ini likuiditas tidak terlalu ketat tapi sebenarnya manageable. Tapi dengan se­makin menambahnya amu­nisi kan kelonggaran mereka memberikan itu jauh lebih besar,” terang Nelson.

Kedua, adalah permin­taan dari dunia usaha akan kredit dipastikan meningkat. Seiring dengan implementasi paket kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah selama beberapa bulan tera­khir.

“Kalau kita lihat undis­bursed loan sekarang ini masih cukup tinggi. Kita harapkan di semester II ini pertumbuhan kreditnya jauh lebih tinggi dari Semester I,” ujarnya.

OJK memproyeksi per­tumbuhan kredit sampai akhir tahun bisa mencapai 13%. Walaupun pada semes­ter I hanya berada level lebih rendah. “Saya masih punya harapan besar sampai akhir tahun itu mungkin pertum­buhan sampai 13% masih bisa. Masih optimistis,” tegas Nelson.

(Abdul Kadir Ba­salamah)

loading...