BOGOR TODAY – Karukunan Warga Bogor (KWB) Kota Bogor, kembali menggelar itsbat nikah massal di tahun 2020 ini. Pendaftaran di buka mulai, hari ini Senin (3/8) hingga 3 bulan kedepan.

Sekretaris KWB Kota Bogor yang juga penggagas itsbat nikah massal, Anita Primasari Mongan mengatakan, bagi masyarakat Kota Bogor yang ingin melaksanakan itsbat nikah, bisa mendaftar dari mulai hari ini. “Pendaftaran dibuka selama 3 bulan, jadi warga bisa menyiapkan persyaratan untuk daftar itsbat nikah,” kata Anita, Senin (3/8/2020).

Ia menjelaskan, waktu pendaftaran tiga bulan itu untuk mengumpulkan data-data para pasangan suami istri yang akan itsbat nikah. Karena biasanya ada kendala soal waktu bagi pasangan yang dulu nikah sirinya di luar Kota Bogor, sehingga mereka butuh waktu minta surat keterangan dari KUA bahwa belum pernah tercatat di sana.

“Itsbat ini sangat tidak diperbolehkan untuk melegalkan poligami. Jadi bagi yang pernah menikah resmi kemudian bercerai, maka jika ingin di itsbatkan dengan yang baru, wajib menyertakan surat cerai (mati/hidup),” jelasnya.

Srikandi yang juga anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Demokrat ini menuturkan, tujuan itsbat massal guna membantu pemerintah dalam meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat, membantu pemerintah dalam menciptakan Kota Bogor sebagai kota ketahanan keluarga dan layak anak.

KWB akan mengawal bahkan mulai dari pendaftaran, sidang di pengadilan, pencetakan buku nikah dan bila ada akan membantu memfasilitasi ke dukcapil untuk masalah administrasi kependudukannya, sampai penyerahan buku nikah yang akan disampaikan langsung oleh Walikota Bogor nanti. Itsbat ini dilaksanakan setiap tahun karena ini merupakan program kegiatan tahunan rutin KWB Kota Bogor.

“Target jumlah pasangan itsbat nikah tahun 2020 ini adalah 200 pasang. Tentunya semua harus melewati proses verifikasi awal di KWB dan verifikasi selanjutnya di pengadilan agama Kota Bogor. Tahun ini adalah tahun ke 2 itsbat masal, mengingat pandemi covid-19, nanti diatur teknisnya lebih lanjut disesuaikan dengan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya,” terangnya.

Anita juga berharap dengan adanya itsbat ini, maka pasangan yang terkendala diawalnya sehingga hanya dapat melakukan nikah siri saja, diharapkan agar di kemudian hari dapat tercatat resmi datanya di administrasi pemerintah. Sehingga, kedepannya bagi warga beserta anak mereka akan dapat memperoleh hak-hak mereka sebagai anggota dari sebuah keluarga di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

Harapan lain bagi masing-masing calon pengantin, tentunya mereka akan mendapat ketenangan dalam memperoleh hak hak dan menjalankan kewajiban berumah tangga.

“Kami tunggu pendaftaran bagi warga yang ingin itsbat nikah massal untuk datang ke sekretariat KWB di Jalan Ampel 1 Kav 1 No. 2 Haur Jaya. Persyaratan yang harus di bawa fotokopi KTP pasangan suami istri, KK, KTP saksi dari dua belah pihak saat melakukan nikah sirri, dan KTP wali dari pihak perempuan sesuai hukum Islam, serta surat keterangan dari KUA setempat waktu mereka melakukan nikah sirri yang menyatakan bahwa pernikahan mereka belum pernah dicatatkan,” tutupnya. (Heri)