BOGOR TODAY – Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Melati Bogor tampak begitu bahagia ketika mereka dikunjungi Anggota DPR RI, Endang Setyawati Thohari dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional, Agung Hendriadi dilahan pertaniannya yang berada di Perumahan Baranangsiang Indah (BSI), RW05, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu (12/9/2020).

Kedatangan Anggota DPR RI dari Dapil Jabar III (Kota Bogor dan Cianjur) itu untuk meresmikan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dikelola oleh KWT Mawar Melati. Bukan itu saja, politisi Gerindra itu pun turut langsung memetik sayuran di pekarangan yang selama ini di tanam oleh ibu-ibu KWT.

Pada kesempatan itu juga, Endang Setyawati Thohari bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan memberi bibit sayuran kepada KWT, yang disaksikan oleh Kapolsek Bogor Timur, Kompol Wagiman beserta pejabat kelurahan, kecamatan, dan pengurus RW setempat.

Endang Setyawati Thohari mengatakan, bahwa ibu-ibu KWT Mawar Melati ini merupakan KWT yang selama ini dibina olehnya. Kemudian, hasil dari pembinaannya itu saat ini sudah membuahkan hasil karena dinilai sukses menjalankan program P2L, sehingga apa yang ditanamnya itu kini ibu-ibu tersebut bisa panen sayuran.

“Iya, saya turut bahagia, senang dan saya merasakan dengan dibentuknya KWT ini terlihat ada kebersamaan diantara mereka, ada rasa tanggung jawab bersama dan ada rasa memiliki bersama. Jadi saya bangga dan ibu-ibu ini merasakan bahwa kelembagaan itu penting dan kami coba memfasilitasinya, ada wadahnya, demikian juga dengan RW yang sudah merasakan adanya KWT ini timbul keinginan untuk mensejahterakan warganya secara gotong royong,” katanya kepada BogorToday.com.

Saat ini, lanjut Endang, KWT yang sudah terbangun baru lima KWT. Meski begitu, pihaknya akan terus membangun KWT-KWT lainnya, sebab dirinya memiliki jatah sebanyak 14 KWT. “Sebetulnya jatah saya 14, namun ada beberapa kendala salah satunya kelompoknya belum dibentuk, karena kan membentuk KWT itu tidak bisa dipaksakan, harus berdasarkan keinginan masyarakat dan kita akan fasilitasinya,” ujarnya.

Endang menambahkan, terbentuknya KWT itu supaya masyarakat bisa menghargai potensi lokal, kemudian bisa menghayatinya bahwa keanekaragamanan hayati di Indonesia itu nomor dua di dunia. “Jadi harus kita gali potensinya dan dimanfaatkan dengan baik, kita harus kurangi import dari luar,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, dalam membangun ketahanan pangan itu harus di mulai dari keluarga, masyarakat, kelurahan hingga kecamatan sampai ke tingkat daerah kota atau kabupaten, sebab jika itu sudah terbangun maka katahanan pangan menjadi kuat, seperti halnya KWT di setiap daerah.

“Nah, dengan terbentuknya kelompok wanita tani ini mereka bisa memanfaatkan perkarangan pangan mereka dengan menanam berbagai jenis tanaman sayuran. Kemudian, manfaatnya pun banyak karena mereka bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarganya. Jadi, jika semuanya seperti ini maka di Indonesia tidak krisis pangan,” katanya.

Ia pun menyampaikan bahwa KWT ini harus bergairah, harus bersemangat, karena dengan cara seperti ini KWT-KWT tersebut bisa memenuhi kebutuhan keluarganya yang lebih baik lagi, terutama bagi anak-anaknya. (Heri)