jorge-lorenzo-2015-garajPHILLIP ISLAND, Today – Jorge Lorenzo tak sempat menjalani banyak putaran di hari pertama tes pramusim Phillip Island karena cuaca yang berubah-ubah. Di lajunya yang singkat, Lorenzo mengaku mendapat­kan sinyal aneh dari ban.

Hari pertama tes pramusim Mo­toGP di sirkuit Phillip Island, Australia, Rabu (17/2/2016) memang tak berjalan nyaman untuk para pebalap karena cuaca berubah-ubah. Hujan meng­guyur di awal sesi, sempat mereda, tapi lantas kembali hujan sampai ke­mudian reda lagi di penghujung hari.

Dengan situasi ini, Lorenzo pun cuma sempat menjalani sejumlah putaran dengan ban kering. Dari laju singkat tersebut, sang juara bertahan menyadari ada perilaku berbeda dari ban Michelin dibandingkan di tes pra­musim Sepang lalu.

Pebalap Movistar Yamaha itu send­iri pada akhirnya cuma menempati posisi 16 di hari pertama ini. Catatan waktu terbaiknya adalah satu menit ke- 39,825 detik, berjarak 8,061 detik dari rider Octo Pramac Danilo Petrucci.

“Ini adalah sebuah hari yang bikin frustrasi untuk semua orang. Kami perlu menjalani beberapa lap untuk melihat bagaimana kerja motor den­gan elektronik baru dan ban Michelin,” kata Lorenzo dikutip Crash.

Akhirnya di percobaan terakhir melaju dengan ban kering. Tapi rasan­ya aneh. “Sungguh, saya tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Besok kami perlu melihat situasinya di sesi yang penuh karena kami tidak punya waktu cukup untuk memahaminya hari ini,” imbuhnya.

Bi­asanya Anda bisa melihat di balapan Super­bike kalau cuacanya bagus di masa-masa ini. Tapi hari ini kami tidak beruntung. Ada kondisi yang berubah-ubah, di mana tidak benar-benar basah dan tidak sempurna benar untuk ban kering.

“Sulit untuk melaju di kondisi seperti ini, tapi penting untuk melakukan setelan terhadap motor. Tapi akhirnya kami pu­nya putaran dengan ban slick. Saya sangat menantikan besok, den­gan sesi penuh dan kondisi bagus untuk melihat bagaimana motor bekerja dengan Mi­chelin,” pung­kasnya.

(Imam/ net)

loading...