KUALA LUMPUR TODAY – Pembatasan gerakan nasional Malaysia alias lockdown untuk membendung penyebaran virus korona diperpanjang dari 31 Maret hingga 14 April, karena penyebaran infeksi virus corona terus meningkat.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pidato khusus pada Rabu, 25 Maret mengatakan bahwa pemerintahannya memutuskan untuk memperpanjang pembatasan wilayah dan menutup perbatasan untuk sekotr bisnis yang tidak penting selama dua minggu.

Hal itu, lanjut PM Muhyiddin karena jumlah infeksi Covid-19 baru masih akan terus meningkat dalm sementara waktu.

“Mendesak pemerintah untuk melanjutkan Perintah Kawal Gerakan untuk periode yang lebih lama. Saya mengumumkan perpanjangan ini lebih awal sehingga Anda bisa lebih siap,” katanya mengutip Strait Times.

“Bersiaplah secara mental dan fisik untuk tinggal di rumah dalam waktu yang cukup lama,” lanjut dia.

PM Muhyiddin mencatat bahwa jumlah infeksi Covid-19 pada Rabu di Malaysia adalah 1.796, naik dua kali lipat dari 673 dari seminggu sebelumnya, dan jumlah kematian meningkat menjadi 19.

“Saya diberitahu oleh Dewan Keamanan Nasional bahwa peningkatan positif Covid-19 akan meningkat lebih tinggi jika kita tidak melakukan apa-apa,” katanya.

Dia menyerukan agar wara Malaysia untuk tetap tenang dan jangan panik, karena persediaan makanan dan fasilitas kesehatan sudah mencukupi.

Dia mengungkapkan bahwa dari 3.585 tempat tidur di 34 rumah sakit yang disiapkan untuk pasien Covid-19 , hanya sepertiganya telah digunakan.

Pemerintah juga telah menyiapkan 409 lokasi sebagai pusat karantina.

“Saya yakinkan Anda bahwa makanan sudah cukup untuk semua orang. Saya tahu Anda merasa terbebani tetapi saya tidak punya pilihan. Saya harus memperpanjang Perintah Pengendalian Gerakan untuk keselamatan Anda sendiri,” tutur Muhyiddin.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri mengucapkan terima kasih kepada mereka yang mematuhi perintah, dengan kepatuhan sekarang meningkat menjadi 95 persen dari 60 persen awal pekan lalu.

Namun dia mengungkapkan polisi telah menangkap 110 orang karena melanggar perintah lockdown. Muhyiddin mengatakan tindakan tegas diperlukan untuk menahan wabah Covid-19.

Dia mengingatkan orang Malaysia bahwa “jika perintah ini tidak dipatuhi, itu tidak akan memberikan hasil positif dan semua tindakan kita akan sia-sia”. (net)

loading...