Untitled-6Kacamata yang digunakan seseorang bukan saja menjadi pemanis penampilan. Lebih dari itu, kacamata juga memiliki fungsi kesehatan yang seharusnya disadari pemakainya.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Penggunaan kacamata adalah satu cara dalam merawat mata dan bu­kan sebuah sarana yang berfungsi menyembuhkan penglihatan. Salah satu fungsi yang sering dilupakan adalah fungsi sebagai protektor mata dari kerusakan yang bisa disebabkan oleh sinar ultraviolet.

Paparan sinar ultraviolet dalam jangka waktu tertentu pada mata bukan saja bisa menyebabkan kerusakan pada permukaan ku­lit kelopak mata. Bagian dalam mata, seperti kornea, lensa, dan bagian lainnya pun berpo­tensi mengalami kerusakan. Bahkan, sinar ul­traviolet diduga ikut berperan bagi timbulnya katarak dan menurunnya fungsi makula mata (area bintik mata yang paling sensitif terhadap rangsangan sinar).

Kerusakan kelopak mata akibat terpapar sinar ultraviolet sama seperti kerusakan kulit lainnya di dalam tubuh manusia. Jika terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diantisipasi, hal tersebut memungkink­an tumbuhnya kanker kulit.

Paparan sinar ultraviolet secara langsung yang menerpa kornea mata berisiko menye­babkan keratitis. Kondisi ini merupakan per­adangan kornea yang memberikan sensasi perih dan bengkak pada bagian mata ini. Ber­jemur adalah salah satu kegiatan yang mung­kin menjadi penyebab keratitis.

Sinar ultraviolet bisa sampai ke retina. Kondisi ini biasa dialami oleh mereka yang menyaksikan sinar matahari langsung saat terjadi gerhana matahari

Karena memiliki fungsi yang demikian penting dalam melindungi mata, maka ka­camata juga wajib memiliki beberapa syarat, baik dalam bentuknya maupun bahan len­sanya. Kacamata yang baik harus mampu menghalangi ma­suknya sinar ultraviolet. Oleh karena itu, ka­camata sebaiknya memiliki frame yang besar melingkar menutupi mata dan sekitarnya. Hal ini perlu, mengingat sinar bisa saja masuk dari sisi-sisi mata yang oleh frame biasa belum ten­tu bisa terlindungi.

Kacamata yang bagus untuk melindungi mata adalah yang memiliki lensa yang mam­pu memblokir minimal 70 persen cahaya yang masuk. Bahkan beberapa pihak menyarankan agar lensa bisa menyaring hampir seluruh sinar ultraviolet A dan B sekaligus. Jika saat mencoba kacamata di depan cermin, Anda masih mampu melihat bayangan mata Anda dibalik kacamata hitam, mungkin kemam­puan lensa kacamata tersebut dalam mem­blokir cahaya masih terlalu rendah.

Carilah lensa yang memiliki warna atau kegelapan lensa yang merata. Untuk menguji, pegang kacamata dengan lengan lurus ke de­pan. Lihat lurus di kejauhan melalui kacamata Anda. Jika kacamata digerakkan perlahan se­cara horizontal dan objek yang terlihat men­jadi melengkung dan distorsi berarti lensa tersebut tidak memenuhi syarat.

Yang harus diingat adalah bahkan kaca­mata terbaik sekalipun tidak mampu melind­ungi pemakainya dari cahaya yang terlalu terang dan berintensitas kuat. Oleh karena itu, mereka yang akrab dengan cahaya kuat saat bekerja, seperti mengelas, wajib memakai perlindungan khusus. Perlindungan khusus juga diperlukan bagi siapa pun saat memerha­tikan cahaya matahari langsung, terutama jika memperhatikan kejadian gerhana.