BOGOR TODAY – Seluruh wakil rakyat di Kota Bogor melaunching pedoman pembelajaran jarak jauh (PPJ) dan wifi publik secara serentak hari ini, Senin (21/9/2020).

Dari 50 wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Bogor itu menyebar ke enam kecamatan, yaitu Bogor Selatan, Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah dan Tanah Sareal.

Sedangkan, Anggota DPRD Fraksi PKS Mardiyanto mendapat tugas di dapilnya yakni Kecamatan Bogor Selatan. Pria yang duduk di komisi II itu melaunching pedoman PJJ dan Wifi Publik di wilayah Kelurahan Bojongkerta.

Mardiyanto mengatakan, pengadaan wifi publik untuk masyarakat ini berawal dari inisiatif anggota dewan yang disampaikan pada rapat anggaran dipertengahan Juni 2020 lalu bersama Pemerintah Kota Bogor di ruang serbaguna DPRD Kota Bogor. Kemudian, inisiatif tersebut disambut baik oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, karena dinilai bahwa ini merupakan hal yang masuk akal, sebab untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dibidang pendidikan.

“Nah setelah itu dilanjutkan di rapat kerja bersama teman-teman dewan dan juga Diskominfo. Alhamdulillah hari ini mulai terealisasi dan saya mendapat tugas untuk melaunching pedoman PPJ dan Wifi Publik ini di wilayah RW06 Kelurahan Bojongkerta Bogor Selatan,” kata Mardiyanto kepada BogorToday.

Nantinya, lanjut Mardiyanto, bahwa Wifi Publik ini bisa dinikmati oleh masyarakat, khususnya mereka yang memiliki anak-anak sekolah. Apalagi, anak-anak sekolah ini semangat belajarnya masih tinggi meski pembelajarannya dilakukan jarak jauh akibat covid-19 yang saat ini masih terjadi di Kota Bogor.

“Jadi, jangan sampai semangat ini tidak disambut baik oleh kita dan kita coba memfasilitasi dengan menyediakan fasilitas wifi publik secara gratis. Mari kita sama-sama menjalankan program ini sebaik-baiknya, bilamana ada kendala langsung komunikasikan, jangan sampai anak-anak terlantar,” ujarnya.

Tak lupa, Ia juga mengingatkan bahwa orang tua harus aktif dalam mengawasi dan mendampingi anak-anaknya, supaya anak-anaknya itu tidak terjebak kegiatan online. “Artinya harus ada keseimbangan antara belajar secara online maupun offline. Karena efek dari hp (online) itu ada sinar biru yang bisa merangsang keaktifan seseorang baik anak-anak maupun dewasa, misalnya lebih emosional atau lebih agresif. Jadi pesan saya, orang tua harus mengawasi kegiatan anak-anaknya,” pesannya.

Sementara itu, Lurah Bojongkerta Sunandar berharap dengan adanya wifi publik ini bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya yang ada di RW06. “Saya ucapkan terima kasih kepada pak dewan karena sudah memberi bantuan kepada warga kami, sehingga dengan adanya wifi publik ini bisa memudahkan masyarakat dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ,” ucapnya. (Heri)