Marc-Marquez-Aragon-Race-Wallpaper-ASSEN, Today – Pembalap Tim Rep­sol Honda, Marc Marquez kembali menargetkan berada di podium pada GP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu (27/6/ 2015). Dia optimis bisa meraih podium di Assen seperti musim lalu.

Pada serie MotoGP sebelumnya di Katalunya, Baby Alien –julukan Marquez– mengalami malapetaka karena terjatuh saat memasuki lap ketiga.

Musim ini, penampilan pembal­ap berusia 22 tahun tersebut tidak maksimal. Dari tujuh balapan yang sudah dijalankan, Marquez baru meraih dua podium dan tiga kali ter­jatuh.

“Tentu saja setelah dua balapan terakhir kami membutuhkan hasil yang baik. Assen adalah trek yang saya suka, tahun lalu saya mendapat hasil yang baik, tapi itu juga karena ada perubahan cuaca,” kata Marquez seperti diberitakan bikesportnews, Kamis (25/6/2015).

Pembalap asal Spanyol itu juga tidak lupa mewaspadai dua rivalnya musim ini, Jorge Lorenzo dan Valen­tino Rossi. Dua pembalap Yamaha Movi Star itu memang tengah men­dominasi serie balapan.

“Dua tahun yang lalu Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sangat kuat. Kami sangat berharap bagaimana keadaan balapan akhir pekan ini,” terangnya.

Dirinya sadar sudah tertinggal jauh dari dua rivalnya tersebut jelang berpacu di Grand Prix Belanda, akhir pekan nanti.

Pembalap Repsol Honda itu me­nyebut, penggunaan sasis lama pada motornya hanya untuk memper­pendek jarak dari dua rivalnya sebe­lum Grand Prix Jerman digelar.

Marquez memutuskan menggan­ti sasis motornya dengan tipe lama akibat motor Honda RC213V yang saat ini ia tunggangi malah menghad­irkan masalah. Bayi Alien sudah tiga kali terjatuh dari tujuh kali balapan.

Marquez yang tertinggal 69 an­gka dari Rossi di klasemen sementara pembalap, membocorkan strategin­ya di Sirkuit Assen nanti.

“Saya mencoba sasis tahun lalu di Montmelo (Spanyol). Itu bagus dan saya akan gunakan lagi di sini sehing­ga bisa merasakan apa yang terjadi tahun lalu. Itu mengurangi kesalahan dan risiko. Sasis tahun ini memang membuat kami lebih cepat satu lap, tetapi ketika balapan jadi sangat sulit konsisten sehingga ketika melakukan satu kesalahan kecil, maka Anda ter­jatuh,” jelas Marquez.

Tapi kata dia bukan berarti ke­tika sudah menemukan solusi, akan langsung memberi dampak. Ia pikir, harus terus menggunakan cara ini se­bab membuatnya merasa lebih baik.

“Hal ini bukan hanya dari segi motor mereka, tetapi kepercay­aan diri yang baik. Kami akan coba mendekati mereka sebelum di Jer­man,” pungkasnya.

Rossi dan Lorenzo sudah siap mengantisipasi kebangkitan Marquez di Negeri Kincir Angin. Sebagai bekal, dua pembalap Movistar Yamaha itu juga diberikan sasis motor lama agar performanya lebih maksimal.

Motor Lama Jadi Andalan

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez mengonfirmasi akan kembali menggunakan Motor Honda RC213V 2014, dalam mengarungi GP Belanda di Sirkuit Assen, Sabtu 27 Juni 2015.

Namun Marquez belum melaku­kan banyak perbandingan dari seri Motor Honda RC213V 2015 ke seri Mo­tor RC213V 2014.

Pembalap asal Spanyol ini men­gaku sulit menemukan konsistensi saat mengendarai Honda RC213V 2015. Hal inilah yang mungkin men­jadi salah satu penyebab Marquez tidak bisa mendominasi podium Mo­toGP seperti musim lalu.

Sedangkan dengan Honda RC213V 2014, dia mengaku lebih be­bas dan nyaman. Motor ini juga men­gantarkannya sebagai juara dunia MotoGP 2014.

Perpindahan motor ini juga dise­babkan Motor RC213V 2015 yang mengalami kerusakan di seri MotoGP Katalunya, Spanyol akhir pekan lalu

“Tentu saja kami ingin mencoba perbandingan dua motor itu, tapi di sini cuaca tidak stabil, dan kami tidak bisa membuang waktu. Saya mencoba di Montmelo dan kurang lebih sama seperti tahun lalu,” kata Marquez. “Saya bisa melakukan lebih banyak kesalahan dan sedikit mengambil risiko. Musim ini saya mungkin bisa memacu kecepatan dalam satu lap tapi sulit untuk konsisten dan meng­hindari sedikit kesalahan,” pungkas­nya.

(Imam/net)