JAKARTA, Today – Keputusan Promotor Piala Presiden untuk menggelar pertandingan final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, dito­lak oleh Persib Bandung.

Sang manajer, Umuh Muchtar dengan tegas menolak rencana tersebut. “Andai kami lolos ke fi­nal, kami pastikan tak mau main di Senayan,” kata Umuh Tegas.

Menurut Umuh, laga final ide­alnya menjadi laga yang prestis bagi pendukung dua kesebelasan.

Animo besar final hanya bisa dirasakan jika dua pendukung kesebalasan datang memberikan dukungan maksimal terhadap tim kesayangannya. Tapi, rencana itu bisa tak terjadi, kalau Persib ke Fi­nal dan main di SUGBK.

“Kalau mainnya di Jakarta, Bob­otoh pasti tidak bisa datang,” tegasnya.

Memang, selama ini supor­ter Bandung dan Jakarta memiliki hubungan yang kurang harmonis. keduanya selalu berseteru dan sa­ling bersaing.

Tak jarang, perseteruan dua kubu suporter itu sampai memak­an korban jiwa. Karena itu, kepoli­sian biasanya tak mengizinkan su­porter Bandung, untuk datang ke Jakarta.

Menurut Umuh, solusin­ya nanti adalah ada venue alternatif, andai timnya yang lolos ke final. Venue yang netral bisa menjadi ja­lan keluar dari ke­beratan tim juara bertahan ISL 2014 tersebut.

(Imam/net)