TAMANSARI TODAY – Barang bekas sudah terbukti dapat diubah menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Salah satunya ditunjukkan seorang pria 60 tahun warga Gg. Oding, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Ahmad Suhanda.

Berkat ketekunan dan ide yang dimilikinya, berbagai barang bekas disulap menjadi berbagai miniatur seperti sepeda motor, mobil hingga helikopeter yang laris dijual.

Memed, sapaan akrabnya mengaku menekuni kerajinan itu berawal dari hobinya di bidang otomotif. Sekarang miniatur itu malah menjadi sumber mata pencahariannya.

Menurut dia, seluruh bahan-bahan untuk membuat miniatur motor berasal dari sampah. Barang-barang yang tak lagi terpakai seperti paralon, karet, korek gas, dan kawat, dibentuk sedemikian rupa menjadi bagian-bagian sepeda motor, mulai dari mesin hingga bodinya. Bagian-bagian itu kemudian disusun menjadi sepeda motor. Setelah itu dicat untuk penyelesaian akhir. 

“Kebetulan saya hobi dibidang otomotif, mulai dari modifikasi bodi sampai mesin. Awalnya saya melihat miniatur sepeda yang dijual di sekolah-sekolah lalu saya perhatikan bagian-bagiannya dan saya praktikan dengan limbah yang ada sekeliling atau dengan sengaja saya cari di pasar barang bekas,” ungkap Memed, kepada bogor-today.com, Kamis (4/6/2020).

Satu miniatur sepeda motor yang dibuatnya dihargai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Harga yang ditentukan disesuaikan dengan pesanan. Namun lebih sering, Memed tak memasang harga.

“Saya biarkan yang mau beli yang menghargai karya saya. Terkadang untuk teman dekat saya berikan secara cuma-cuma jika ada yang meminta, karena dengan begitu karya saya banyak digemari,” kata dia.

Ia menjelaskan, tujuan utamanya membuat miniatur adalah berkreasi dengan sampah. Meski sedikit, menurut dia, kegiatan yang dilakukannya itu paling tidak dapat mengurangi sampah. (Bambang Supriyadi)