Jakarta Today – Penyebab meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB ternyata tidak hanya karena kanker paru-paru stadium 4B yang diderita sejak 2017 lalu.

“Penyebab utamanya yaitu selain Pneumonia ada left lung adenocarcinoma, yang mengenai kidney (hati) dan beberapa bagian lainnya seperti liver

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.

Kanker memaksa proses ini menjadi salah. Pada seorang pasien kanker, sel yang lama dan rusak tidak mati. Sel-sel baru justru terbentuk tanpa alasan. Sel-sel tersebut mulai membelah tanpa terkendali dan membentuk tumor.

Kanker akan berakibat fatal ketika telah menyebar ke seluruh tubuh melalui darah atau sistem getah bening. Sel-sel ini kemudian dapat membentuk tumor di lokasi baru.

“Sering kali penyebaran ini, termasuk penyebaran pada beberapa organ tubuh besar, yang akhirnya membunuh seseorang,” ujar ahli onkologi dari Orange Coast Medical Center, California, Amerika Serikat, dr Jack Jacoub, mengutip Self.

Penyebaran ini pula yang menentukan tingkat keparahan kanker. Stadium IV adalah bentuk kanker terparah, yang berarti kanker telah sangat menyebar ke seluruh tubuh.

Berikut adalah komplikasi bisa timbul akibat kanker :

1.Malnutrisi dan dehidrasi

Pada penderita kanker, tubuh berhenti mendapatkan nutrisi dengan baik. Pada waktu yang sama, malnutrisi akan terjadi disertai dengan dehidrasi. “Dehidrasi hampir secara universal merupakan efek samping dari kanker stadium lanjut,” ujar ahli kanker Anderson Cancer Center, dr Ishwaria Subbiah.

2. Kegagalan pernapasan
NCI mencatat bahwa kanker dapat membunuh jaringan paru-paru atau memblokir sebagian darinya yang kemudian membuat seseorang kesulitan bernapas.

Seiring berjalannya waktu, seseorang dengan kanker stadium lanjut akan kesulitan mempertahankan kadar oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan hidup.

Selain itu, kanker juga bisa menimbulkan infeksi pada paru-paru. Hal ini juga dapat mempersulit masuknya oksigen ke dalam tubuh.

3. Kehilangan fungsi otak
Kanker yang berdampak pada otak dapat menimbulkan hilangnya kesadaran, kejang, dan menurunnya fungsi otak. Pendarahan atau cedera otak yang merusak fungsi bagian tubuh penting lainnya, seperti paru-paru, juga dapat menghilangkan nyawa.

Otak berada di dalam tengkorak. Tak ada tempat baginya untuk pergi saat membengkak akibat tekanan tumor. “Dalam kasus tertentu, tekanannya sangat tinggi hingga mengarah ke herniasi otak. di mana bagian otak tergelincir dari pangkal tengkorak. Itu fatal,” kata Subbiah.

4.Masalah sumsum tulang
Kanker dapat menyebar ke sumsum tulang. Jika ini terjadi, kanker dapat sangat mengancam jiwa.

Sebagaimana diketahui, sumsum tulang adalah tempat tubuh memproduksi sel darah baru. Kurangnya sel darah merah dapat menyebabkan anemia. Dalam tingkat yang lebih tinggi, hal ini akan mengancam jiwa.

5. Infeksi
Kanker pada sumsum tulang dapat membuat jumlah sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi menurun hingga tingkat terendah. Pada catatan terkait, beberapa perawatan kanker seperti kemoterapi dapat melumpuhkan sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi yang mengancam jiwa.

(Sherin/CNN)

loading...