BOGOR TODAY – Nurul Azkiatunnufus, bayi berusia 4 bulan asal Desa Medang, Sukamulya, Rumpin, Kabupaten Bogor terpaksa harus merasakan sakit sepanjang hari. Tubuhnya yang tampak layu hanya terbaring dipangkuan ibunya. Sesekali sang Ibu menitikan air matanya karena tak mampu berbuat apa-apa.

Kondisi bayi itu dibagikan oleh akun Instagram @ndorobei.rescue. Dalam akun itu, tampak beberapa foto dan video yang memperlihatkan kondisi Nurul.

Salah satu foto yang diunggah tampak selembat surat permohonan bantuan dana dari RW setempat.

Dari narasi tersebut juga @ndorobei.rescue menuliskan bahwa penyakit Nurul baru diketahui ketika ia berumur dua bulan. Pada saat itu Nurul kerap mengalami demam tinggi setiap malam.

“Sejak divonis sakit paru-paru oleh puskesmas setempat, Nurul belum menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena keterbatasan biaya,” tulis @ndorobei.rescue.

Untuk diketahui, Nurul merupakan anak bungsu dari pasangan Ahmad dan Lulu. Ahmad yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan tak memiliki BPJS untuk putrinya tersebut. Pihak Puskesmas menyarankan Ahmad membuat BPJS agar Nurul bisa dirujuk ke rumah sakit.

Bahkan, upah kerja menjadi kuli bangunan yang baru ia dapatkan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Sebelum pandemi Covid-19, Ahmad berjualan bubur keliling dengan menaiki sepeda motornya. Namun, Covid-19 membuat usahanya terhenti.

Sejauh ini, belum ada bantuan apapun dari pemerintah setempat. Bahkan, program bantuan sosial selama Covid-19 juga tak didapatkan keluarga Ahmad.

“Kami selaku tetangga bergerak mencari donasi ke lingkungan-lingkungan. Semoga bisa membantu meringankan beban keluarga,” tuturnya. (Bambang Supriyadi)