IMG_20160526_143018SELAMA ini umbi-umbian hanya menjadi makanan lokal yang seringkali disajikan secara sederhana. Namun di Kedai Umbi-Umbian, makanan ini justru dikemas menjadi olahan makanan modern yang lezat dan memiliki ciri khas tersendiri.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Terhitung sejak April 2015, Danti Ma­h a r a n t i membuka usaha kuliner yang di­beri nama Kedai Umbi-Umbian, di Jalan Bang­barung (dekat perempatan lam­pu merah), Bogor. Kedai ini menyajik­an makanan olahan seperti singkong, ubi, dan talas.

Dirinya tergerak untuk beri­novasi dengan aneka makanan lokal ini agar lebih dikenal oleh masyara­kat khususnya generasi muda. Di kedai ini banyak varian menu yang wajib dicoba, seperti burger talas, pizza talas, schootel singkong, pancake ubi dan peuyeum seuhah.

“Di sini ada burger talas dan pizza talas lokal, rasanya pun tak kalah den­gan yang lain,” terang Danti, Kamis (26/5/2016).

Roti (bun) dari burger talas ini dio­lah dengan campuran tepung terigu dan talas. Isinya menggunakan dag­ing sapi asli yang diolah sendiri, keju, sayuran, dengan tambahan saus talas yang nikmat. Tekstur rotinya lembut, dan dibuat menarik dengan sajian roti berwarna ungu.

Tidak hanya burger dan pizza ta­las, Kedai Umbi-Umbian juga menjual peuyeum seuhah yaitu cake peuyeum yang diberi taburan abon pedas.

Dengan ban­yaknya variasi makanan yang tersedia, kisaran harga makanan di Kedai Umbi-Umbi­an dimulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 40 ribu. “Untuk burger talas dan pizza talasnya senilai Rp 20 ribu,” terang Danti.

Danti mengungkapkan membuat inovasi kue merupakan hobi dan pas­sionnya. Demi membangun usahanya secara serius, Danti memulai usaha ini dengan mengeluarkan modal sekitar Rp 85 juta. “Untuk omzet, tentunya sudah mencapai puluhan juta,” beber­nya kepada BOGOR TODAY.

Setelah satu tahun lebih berjalan, Danti tentunya akan terus memper­tahankan kualitas rasa dan mencoba untuk memperkenalkan Kedai Umbi- Umbian ini lebih luas lagi.

“Jaman sekarang dengan persain­gan kuliner yang beragam, kita harus terus mengeluarkan inovasi. Saya ber­harap agar orang-orang lebih menge­nal dan menghargai makanan lokal. Kedai Umbi-umbian juga bisa menjadi alternatif pencarian orang-orang yang ingin mencari oleh-oleh dari Bogor,” pungkas Danti.