CIBINONG TODAY – Di tengah musim kemarau yang melanda beberapa wilayah khususnya di Kabupaten Bogor, tiba-tiba hujan turun cukup deras siang sekira pukul 15.00 WIB.

Di wilayah Cibinong sendiri terpantau hujan turun cukup lebat mulai dari pukul 15.00 WIB hingga sekitar 16.30 WIB. Hal ini pun cukup membuat angin segar mengingat Kabupaten Bogor beberapa bulan terakhir ini tak pernah diguyu hujan.

Namun Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cisarua, Asep Firman Ilahi menyebut hujan yang turun tersebut bukan berarti tanda-tanda dari peralihan musim kemarau ke musim hujan. Karena, kata dia, peralihan musim akan terlihat dari beberapa indikator salah satunya terjadinya hujan secara berturut-turut selama 10 hari atau 1 dasarian.

“Hujan pertama di musim kemarau tidak berarti sudah memasuki musim penghujan. Kriteria memasuki musim hujan menurut versi BMKG adalah ditandai dengan keadaan hujan berturut-turut selama 1 dasarian, diikuti oleh 2 dasarian berikutnya,” jelas Asep kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, fenomena ini terjadi dikarenakan ada faktor regional yang menyebabkan hujan. Biasanya, faktor ini menyebabkan adanya perlambatan angin di sekitar khatulistiwa yang menyebabkan arah atau belokan angin di sekitar Jawa Barat dan Banten.

“Sehingga perlambatan angin di sekitaran khatulistiwa membuat potensi pertumbuhan awan hujan menjadi tinggi,” kata Asep.

Maka itu, menurut Asep hujan yang terjadi di sebagian wilayah Bogor ini Dari hasil pengamatan, Asep mengatakan musim hujan di wilayah Bogor diprediksi baru akan terjadi pada akhir bulan September. Kemudian musim hujan secara menyeluruh itu memasuki dasarian 1 bulan Oktober. (Firdaus)

loading...