CIBINONG TODAY – Dewan Pakar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Bogor, Ida Yulianie menyebut, keterwakilan perempuan dalam dunia politik mengalami penurunan. Kesempatan pengembangan diri dianggap menjadi salah satu penyebabnya.

“Perannya sudah maksimal, tapi perempuan hebat Kabupaten Bogor ini belum ada kesempatan mewakili di politik. Jadi hasilnya menyedihkan. Bahkan selalu turun keterwakilan perempuan di legislatif,” kata Yuli usai mengikuti pertemuan perumusan pendidikan politik perempuan di Aula KPU Kabupaten Bogor, Selasa (12/11/2019).

Di kursi legislatif Kabupaten Bogor sendiri, keterwakilan perempuan bisa terhitung jari. Saat ini dalam periode DPRD 2019-2024, hanya ada lima orang perempuan.

Menurut Yuli, pendidikan politik perempuan sangat penting dilakukan untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat dalam politik yang tentunya dengan memiliki kompetensi yang mumpuni.

Maka, pemenuhan kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan dalam pesta demokrasi, jangan hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Tapi harus menjadi ajang unjuk gigi memperlihatkan kualitas terbaik.

“Kami berharap perempuan yang ada di legislatif selain menjadi pembeda juga bisa menjadi penyambung lidah masyarakat yang baik. Jangan hanya menjadi pelengkap,” tutur Yuli.

Meski begitu, ia menyadari jika melek politik perempuan di Kabupaten Bogor belum maksimal. “Kalaupun ada pelatihan, hanya sebatas mengikuti, belum sampai pada kesedaran untuk bangkit,” ungkap Yuli. (Firdaus)

loading...