Untitled-14BOGOR TODAY– Para orang tua siswa yang memiliki anak SMP baik negeri maupun swasta, kini tak perlu lagi mengeluarkan uang buat membeli modul dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan akan memberikannya secara gratis.

“Modul dan LKS yang akan kita bagikan gratis itu, untuk sementara baru empat pelajaran yang masuk ujian nasional, yakni Bahasa In­donesia, matematika, IPA dan Ba­hasa Inggris,” kata Kepala Dinas Pendidikan Tb. Luthfi Syam, Senin (08/08).

Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu mengatakan, jum­lah modul dan LKS yang akan dice­tak mencapai 80 ribuan buku den­gan anggaran sebesar Rp 23 miliar. “Ini merupakan upaya dari Pemer­intah Kabupaten Bogor, untuk me­ringankan beban orang tua siswa, sekaligus untuk mengejar target, agar semua anak di Bum Tegar Beri­man itu mengenyam pendidikan dasar sembilan tahun,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, keingi­nan Pemerintah Kabupaten Bogor semua mata pelajaran dibuatkan modul dan LKS gratis, namun ma­salahnya dianggaran yang terbatas. “Mungkin kedepannya, ketika ang­garan tersedia, semuanya akan kita bagikan gratis,” kata dia.

Mengenai mekanisme pen­gadaan, Luthfi mengatakan, semuanya diserahkan kepada seko­lah, sebab sekarang pengelola seko­lah khususnya yang berstatus negeri mengacu pada aturan ditetapkan sebagai pengguna anggaran. “Jadi pengadaannya tidak dilelangkan di Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ), tapi dilaksanakan langsung pihak sekolah,” ungkap­nya.

Pada kesempatan itu, Luthfi meminta para guru dan pengelola sekolah untuk tidak menyediakan modul dan LKS dari luar yang harus dibeli siswa. “Modul dan LKS yang akan kita bagikan gratis itu mengacu pada kurikulum 2013 atau kurtilas,” jelasnya.

Amin Sugandi, Anggota Komisi IV membenarkan, DPRD melalui Badan Anggaran telah menyetujui pengalokasian dana sebesar Rp 23 miliar, untuk pencetakan modul dan LKS bagi siswa yang duduk di bangku SMP.

“Latar belakang pengaloka­sian anggaran untuk pencetakan modul dan LKS di Dinas Pendidikan itu, karena selama ini, kami kerap menerima keluhan dari orang tua siswa soal mahalnya harga modul dan LKS,” ujarnya.

Amin berharap, dengan pem­berian modul dan LKS gratis ini, nantinya tidak ada lagi siswa SMP yang keluar atau berhenti seko­lah. “Program pemberian modul dan LKS gratis, dalam upaya me­ningkatkan rata-rata lama seko­lah, sebab berdasarkan data lama sekolah warga Bumi Tegar Beri­man itu dibawah delapan tahun,” tegasnya. (Yuska Apitya/bo)

loading...