BOGOR TODAY – Krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin meluas. Bukan hanya pengusaha besar yang mengalami penurunan, tetapi para pengusaha kecil juga merasakan hal yang sama. Seperti halnya dirasakan pengusaha sandal Tedi Idris.

Warga Kampung Silih Asih, Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor itu, kehidupan sehari-harinya hanya mengandalkan pemasukan dari produksi sandal. Namun dengan adanya Covid-19 dan juga pemberlakuan PSBB oleh pemerintah membuat usahanya tutup, dan merumahkan karyawannya.

“Selama saya buka bengkel sandal baru kali ini kang ditutup, biasanya tiap minggu atau tiap bulan orderan selalu ada, apalagi menjelang puasa dan lebaran orderan itu satu bulan mencapai 80-90 kodi. Tapi sekarang jangankan ada orderan yang ada malah tutup,” ungkap Tedi kepada Bogor Today, Minggu (19/4/2020).

Dengan distopnya produksi sandal, Tedi pun mencoba mencari pekerjaan lain yaitu menjadi kuli bangunan. Namun upaya Tedi untuk menjadi kuli bangunan pun ternyata merasakan hal yang sama yaitu banyaknya tukang kuli bangunan yang diistirahatkan.

Akibatnya, motor kesayangan dia terpaksa di jual demi menafkahi anak dan istrinya di rumah. “Dengan ditutupnya bengkel sandal, saya terpaksa jual motor untuk biaya kebutuhan sehari-hari dan uang hasil penjualan motor itu kini sudah mulai menipis,” katanya.

Terkait bantuan pemerintah, Tedi mengaku, sampai saat ini belum kunjung datang. Padahal dirinya sudah di data oleh pengurus RT dan RW setempat. “Kalau pendataan mah kemarin udah di data sama pak RT,” pungkasnya. (Heri)