HL---BackgroundMusyawarah Olahraga Kabupaten Bogor Luar Biasa (Musorkablub), dengan agenda memilih Ketua Umum KONI Periode 2015-2019 digelar Kamis (11/6/2015). Sosok yang nantinya terpilih diharapkan bisa mewujudkan target Kabupaten Bogor Kahiji

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Persaingan berebut kursi panas Ketua Umum (Ketum) Komite Olah­raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bo­gor menyisakan dua nama calon. Siapa pun yang nantinya terpilih, diharapkan mampu menyinergis­kan seluruh elemen olahraga di Bumi Tegar Beriman dan mewu­judkan target Kabupaten Bogor Kahiji.

Dua nama yang paling santer berambisi duduk di kursi panas tersebut adalah Ketum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Bogor, Zainal Syafruddin dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketum KONI Kabupaten Bogor, Rusdi AS.

Mantan Ketua Kontingen Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2006 itu mempunyai banyak mimpi yang dirumuskan dalam program em­pat pilarnya. Diantaranya perumu­san mekanisme pembinaan atlet yang sistematis antara KONI, Ca­bang Olahraga (Cabor), PPLPD dan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK).

Kemudian atensi terhadap ke­sejahteraan dan masa depan atlet berprestasi, kepengurusan KONI Kabupaten Bogor yang profesion­al. Serta KOK dengan program pembinaan. “Empat pilar ini yang menjadi kunci bila Kabupaten Bogor ingin menjadi produsen at­let berprestasi,” ucapnya, Rabu (10/6/2015).

Selain program pembinaan, Zainal ingin membawa Kabupaten Bogor menjadi juara umum pada Porda 2018 mendatang. “Jika saya terpilih, tentunya langkah awal adalah menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Porda. Mulai dari venue, kebutuhan atlet, serta memprediksi raihan jumlah medali emas. Tentunya, hal terse­but bukan perkara mudah. Semua elemen di Kabupaten Bogor harus bersatu,” katanya.

Mantan Camat Citeureup, Cibi­nong, dan Ciawi itu menambah­kan, program pembinaan sangat penting dilakukan untuk meng­hasilkan atlet potensial. dirinya pun yakin, banyak atlet yang andal, namun belum terpantau. “Kabupaten Bogor itu sangat luas, dan pastinya di setiap kecamatan memiliki atlet. Maka dari itu, KOK harus diperhatikan,” lanjutnya.

Pembinaan atlet di Kabupaten Bogor harus lebih diutamakan un­tuk menghadapi kejuaraan seluruh cabang olahraga di tingkat lokal, daerah, nasional, bahkan interna­sional. “Bukan saja pembangunan infrastruktur saja yang diutamakan akan tetapi pembinaan, dan pen­ingkatan prestasi atlet harus lebih diutamakan juga,” ujarnya.

Demi meningkatkan prestasi atlet Kabupaten Bogor, Zainal ber­harap, ada kerja keras antara ked­ua lembaga olahraga yaitu KONI, dan pengurus cabang olahraga (ca­bor). Dia menilai, selama ini pem­binaan terhadap atlet muda dirasa masih kurang, dan mulai tahun ini akan ditingkatkan, yang dimulai penjaringan dari tingkat desa, dan kecamatan.

Lebih lanjut dikatakannya, satu hal yang perlu dipertajam oleh KONI Kabupaten Bogor, yakni sport intelegent dan sport teknolo­gi. “Jadi sebelum bertanding, kita mengetahui peta kekuatan lawan dan bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita. Ini sudah saya praktekkan di Porda Jabar tahun 2006 lalu,” akunya.

Ketika nanti terpilih, lanjut­nya, Zainal siap mewakafkan diri untuk kemajuan olahraga Kabu­paten Bogor. “Saya akan fokus 100 persen di KONI Kabupaten Bogor dan menanggalkan jabatan sos­ial kemasyarakatan saya lainnya, seperti Ketua Persatuan Golf Indo­nesia (PGI) Kabupaten Bogor dan Pramuka,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Ketua Umum KONI, Rusdi AS yang dahulu masih malu-malu kucing, kini mulai ter­buka dan mengungkapkan ambisi untuk memegang jabatan sebagai Ketum KONI Kabupaten Bogor. “Impian saya tak lain ingin men­jadikan Kabupaten Bogor sebagai kiblat atlet nasional, serta mewu­judkan impian menjadi juara umum Porda 2018, itu saja,” ung­kap Rusdi.

Dia menambahkan, dirinya siap merealisasikan target Kabu­paten Bogor Kahiji dalam ajang Porda Jabar XIII/2018, dimana Ka­bupaten Bogor didaulat sebagai tuan rumah. “Tentunya saya siap, 2018 adalah hajat warga Kabu­paten Bogor. Kami harus sukses dalam pelaksanaan, administrasi, serta menjadi juara umum. Sektor ekonomi masyarakat tak lepas dari perhatian,” tambahnya.

Salah satu tokoh senior di Kabu­paten Bogor itu siap melanjutkan pembinaan kepada atlet muda. Un­tuk mensukseskan program, Rusdi akan membuat sebuah terobosan dimana setiap cabang olahraga wajib menggelar turnamen, atau even mulai dari tingkat lokal, Jawa Barat, dan Nasional. “Saya yakin, dengan melakukan pembinaan se­cara berkesinambungan, Kabupat­en Bogor akan mencetak atlet asli daerah berkualitas,” katanya.

Bapak Taekwondo Jawa Barat itu menambahkan, jika nantinya terpilih, dia siap memberikan apr­esiasi kepada atlet berprestasi. “Kabupaten Bogor akan menjadi tuan rumah Porda 2018, persia­pan wajib dilakukan dari sekarang. Saya siap memberikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi. Dengan program itu, tentunya para atlet akan berlomba-lomba mempertunjukkan kebolehannya dalam setiap event,” lanjutnya.

Rusdi menambahkan, para pengcab harus mempersiapkan, sekaligus mulai memperhitung­kan kekuatan dari daerah lain. “Hal itu sangat penting, menjadi tuan rumah Porda, juara umum merupakan target yang tidak bisa ditawar lagi. Saya siap mense­jahterakan atlet yang memang memberikan kontribusi untuk Ka­bupaten Bogor,” pungkasnya. (*)

loading...