CIBUNGBULANG TODAY – Seorang nenek bernama Arni (70) warga Kampung Harapan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor mendapatkan perlakuan kasar dari penyalur bansos yang merupakan ketua RT setempat.

Cucu nenek Arni, yakni, Naih (48) mengungkapkan bahwa ibunya mengalami penganiyaan dari pria bernama Asep Supriyadi yang merupakan Ketua RT02/RW07 Desa Sukamaju, pada Kamis (28/5/2020) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

Kejadian itu bermula, bantuan sosial yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak sesuai harapan si nenek yang seharusnya mendapat 30 kilogram. Namun yang didapat malah 15 kilogram, sontak ibunya marah karena bantuannya dipotong.

Akibatnya, ketua RT itu menjadi sasaran kemarahan si nenek yang menganggap penyaluran bansos berupa beras dari bupati itu tidak adil.

“Awalnya sih tentang bansos beras yang dari bupati, per 30 kilogram tapi cuman dikasihnya satu karung (15 kg). dipotong setengahnya. emang sih yang dapat bukan ibu saya tapi anak (adik saya) tinggal masih satu rumah satu KK,” bebernya kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Lebih-lebih, lanjut dia, nenek Arni juga dijanjikan bantuan uang tunai dengan alasan hanya mendapat bansos 15 kilogram.

Nenek Arni tak tahan menunggu janji itu hingga akhirnya ditagih ke balai desa. Namun, saat ditagih, ketua RT itu malah berbuat kasar terhadap nenek Arni.

“Kalau memang untuk pemerataan (bansos) mungkin kebijakan RT-nya cuman harus konfirmasi dulu. Jadi yang dipotong bansos itu punya keluarga saya ya wajarlah pasti teriak. Intinya dia (nenek saya) menuntut kenapa yang lain tidak dipotong dan alasannya kenapa dikasih uang,” terangnya.

“Iya memang dijanjikan uang dan mungkin namanya ibu-ibu kalau udah dijanjikan pasti menagih,” ujar dia. (Bambang Supriyadi)