alfian mujaniSEORANG isteri datang ke dokter jiwa, minta ad­vice dan obat untuk sua­minya yang mengalami keanehan sebulan tera­khir ini, yaitu suka bicara saat tidur. Ngigau. Si isteri merasa terganggu dan takut suaminya jadi gila. Apalagi belakangan bicaranya makin heboh mulai dari perkara utang hingga ke urusan menu makanan.

Setelah mendiagnosa dan mengamati se­cara seksama, dokter jiwa itu berkata: “Suami ibu tidak perlu obat. Beliau itu bicara ketika ti­dur hanya karena selalu tidak diberi kesempa­tan bicara ketika dia bangun.’’ Si isteri tampak tertegun.

Lantas dokter jiwa itu melanjutkan pertan­yaannya, ‘’Siapa ya dalam keluarga Ibu yang selalu ngomel dan cerewet setiap hari sampai suami ibu tak punya kesempatan bicara?” Ibu itu tertunduk malu dan kemudian pamit pu­lang. Dalam hidup berumah tangga itu perlu ada perimbangan antara suami dan isteri. Tak boleh ada yang lebih dominan dan tak boleh ada yang merasa tertindas.

loading...