DEPOK TODAY – Berobsesi dalam beribadah tentu sangat baik bagi kita, namun, mayoritas umat muslim masih berobsesi untuk haji dan umroh. Tapi Sekolah relawan ingin memberikan obsesi beribadah qurban melalui obsesi Qurban.

Ibadah Qurban sebentar lagi akan dilaksanakan umat muslim, sekolah relawan hadirkan inovasi berqurban dengan aman dan tepat sasaran di tengah Pandemi Covid-19. Menurut CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto mengatakan Sekolah Relawan telah memperkenalkan alternatif dalam berqurban yang aman serta tepat sasaran dalam program Obsesi Qurban.

Obsesi Qurban hadir sebagai alternatif masyarakat yang ingin berkurban namun khawatir akan ada pendistribusian Covid-19 dengan banyaknya kerumunan, dalam program ini di Sekolah Relawan telah menerbitkan-inovasi qurban yang aman dan solusi yang sesuai bagi para prajurit kita di kota sampai ke Pelosok Nusantara.

Beberapa inovasi program yang diluncurkan adalah Safari Qurban atau pelaksanaan qurban di pelosok daerah yang belum pernah diadakan ibadah qurban sebelumnya.

“Nantinya akan kita laksanakan ibadah qurban di pulau tunda, karena berdasarkan informasi disana belum pernah dilaksanakan ibadah qurban,” kata Dony Aryanto kepada wartawan, Jumat (03/07/2020)

Selain itu, sekolah relawan juga melaksanakan Sedekah Qurban, kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi saling membantu saudara muslim yang terobsesi berqurban belum terkendala biaya.

“Misalnya ada orang yang ingin berkurban tapi tak memiliki biaya, kami akan berikan hewan kurban, nanti orang yang tidak mampu tersebut akan berkurban dengan namanya saat akad,” paparnya.

Selain itu, ada program Kado Lebaran Qurban, untuk memuliakan dan membahagiakan masyarakat dhuafa yang membutuhkan di Hari Raya Idul Adha dengan memberi Kado Lebaran berupa daging hewan qurban.

“Tidak hanya daging kami juga akan memberikan minyak, beras, saus, kecap, santan kemasan, dan bumbu pelengkap, sebagai bumbu dan pelengkap daging yang dia dapat,” ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan akan membuat Dapur Kebaikan Qurban, program solidaritas warga di suatu tempat untuk bersama- sama memaknai ibadah qurban yang sesungguhnya. Tidak hanya menerima daging mentah, namun masyarakat juga memberikan daging olahan untuk mereka santap bersama keluarga.

Sementara ketua Program Obsesi Qurban, Sekolah Relawan, Arman Maulana mengatakan selain dalam negeri pihaknya akan menyasar pada saudara-saudara kita di tiga negara konflik dan krisis pangan seperti Yaman, Uganda, dan Rohingya.

Untuk mendukung program berjalannya, Obsesi Qurban, Sekolah Relawan mempersembahkan penggalangan dana muda sebagai pengkampanye publik yang turut membantu menyebarkan kebermanfaatan bagi para penerima manfaat yang memerlukan.

“Bersama Fundraiser Muda, Sekolah Relawan mengirim ada 3.000 hewan qurban yang dapat disalurkan ke 23 wilayah sentral dan pelosok di 4 negara,” tandasnya. (Areinta)