showimgJAKARTA, Today – Pembi­ayaan masih seret, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beren­cana memangkas lagi uang muka atau down payment (DP) pembiayaan kendaraan bermotor. Tak kepalang tanggung, uang muka akan diturunkan jadi 0%, dari yang saat ini 15%–20%

Hanya saja, rencana DP 0% itu hanya berlaku untuk multifinance yang mencatat rasio kredit macet atau non performing financing (NPF) di bawah 1%.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) bilang, OJK fleksibel dalam menetapkan DP pembi­ayaan kendaraan. “Kami masih berdiskusi dengan pelaku usaha. Apakah mere­ka membutuhkan DP ditu­runkan lagi agar dapat me­naikkan pembiayaan,” ujar Firdaus, pekan lalu.

Ia menilai, pembiayaan multifinance tahun ini ter­bilang lebih rendah diband­ingkan pencapaian tahun 2014. Lewat pembebasan DP ini, OJK berharap kenai­kan pembiayaan. Kalaupun DP menjadi 0%, OJK men­etapkan kriteria khusus un­tuk multifinance yang boleh memberikan DP 0%. Yakni, multifinance dengan NPF di bawah 1%.

Ke depan, OJK berharap multifinance kian terpacu menurunkan kredit mac­etnya.

Tetap Berlakukan DP

Meski akan dibebaskan, toh perusahaan pembiayaan tetap akan mengenakan uang muka pembiayaan. Jerry Fandy, Head of Treas­ury and Funding PT Federal International Finance (FIF­GROUP) mengatakan, FIF tetap akan menerapkan DP untuk nasabahnya. Alasann­ya, belum tentu pemberian DP 0% itu sepadan dengan kualitas kredit perusahaan.

“Standar syarat pembi­ayaan yang dipenuhi nasa­bah tidak berubah. Nasabah yang tidak layak dibiayai tidak akan kami biayai,” tandas Jerry.

Hingga Juni 2016, NPF FIF tercatat sebesar 1,4%. Angka ini terbilang stabil jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Meski demikian, kenaikan NPF berpeluang terjadi pasca Lebaran lalu. Kenaikan NPF dinilai wajar karena hari kerja berkurang.

Di sisi lain, Jerry optimis­tis, kondisi semester II ini pembiayaan kendaraan ber­motor akan lebih menggeli­at. Produk baru dari pabrik motor lazim turut men­dongkrak penyaluran pem­biayaan.

Djaja Suryanto Sutandar, Direktur Utama Wahana Ott­omitra Multiartha (WOM Fi­nance) juga bilang, pihakn­ya tetap akan menerapkan uang muka untuk pembi­ayaan. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko kredit macet.

WOM juga tak mengingin­kan pembiayaan terlalu di­pacu tanpa memperhatikan kualitas kredit. Sebab, po­tensi kenaikan kredit macet naik tetap ada sejalan den­gan melemahnya ekonomi dalam negeri.

Meski begitu, Djaja setuju DP tidak perlu diatur se­cara ketat. Sebab, multifi­nance secara natural telah menjaga kualitas kreditnya masing-masing. Rasio kredit macet gross WOM Finance hingga Juni 2016 mencapai 3%.

Pembiayaan kendaraan bermotor pada Mei 2016 secara year on year (yoy) cuma tumbuh 2,66%. Data statistik OJK mencatat, penyaluran pembiayaan konsumen hingga Mei 2016 tercatat sebanyak Rp 255,05 triliun.

loading...