foto-kakian-perumahanDari total penjualan rumah di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) dan Banten, Indonesia Property Watch (IPW) mencatat wilayah Tangerang mendominasi penjualan rumah yaitu sebesar 46,7 persen, diikuti Bogor sebesar 19,3 persen dan Bekasi sebesar 16,1 persen.

Executive Director IPW Ali Tranghanda mengatakan dari total penjualan rumah di Jabodebek dan Banten, jumlah unit di segmen kecil sebesar 59,2 persen, dan segmen menengah 34,7 persen. Sedangkan segmen atas hanya terjual sebesar 6,2 persen.

Menurut Ali, berdasarkan pengamatan yang dilakukan kenaikan harga rumah dan tanah mulai menunjukkan mulai naiknya pasar permintaan. Potensi pembangunan infrastruktur yang sebagian sedang dilaksanakan terus berdampak bagi kenaikan harga rumah.

Selain itu, pihak perbankan juga mulai mendorong pasar perumahan dengan menawarkan suku bunga rendah. Likuiditas perbankan yang tinggi membuat perbankan berlomba-lomba mengucurkan kreditnya. Belum lagi dana repatriasi hasil program pengampunan pajak atau tax amnesty yang mencapai Rp132 triliun di tahap pertama.

“Kalau melihat secara keseluruhan naiknya penjualan rumah sepanjang kuartal III 2016 tentu ini akibat dari pasar yang sudah di dasar siklus dan bersiap untuk bangkit lagi di tengah banyak potensi kebijakan yang pro pasar perumahan dan properti,” kata Ali di kutip dari laman IPW, kemarin.

Dia memperkirakan, ke depan penjualan perumahan akan terus naik terbantu dana repatriasi tax amnesty yang akan menjadi faktor pendorong dan berdampak luar biasa bagi perkembangan pasar perumahan serta properti nasional.(Yuska Apitya/dtk)

 

loading...