CIBINONG TODAY – One way tak lagi mempan, kini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana melakukan ujicoba kanalisasi jalur 2.1 di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mulai dari Gadog hingga Taman Safari.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan, kanalisasi jalur 2.1 adalah sistem lalu lintas dengan dua jalur ke bawah atau ke atas dengan satu jalur ke atas atau sebaliknya.

Untuk menjalankan sistem tersebut, BPTJ akan menggunakan atau memasang Traffic Kons (kons pembatas) lalu lintas sebanyak 1.000 kons di sepanjang jalur yang akan dikanalisasikan.

“Rencananya tanggal 27 Oktober akan diujicobakan. Kita lagi mempersiapkan hingg ujicoba nanti dijalankan,” kata Bambang dalam rapat koordinasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Satlantas Polres juga perwakilan masyarakat Puncak di Ruang Rapat, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang), Kamis (3/10/2019).

Namun, BPTJ rencananya akan kembali melakukan pembahasan bersama dengan Pemkab Bogor juga Satlantas Polres Bogor, pada Senin tanggal 7 Oktober mendatang.

“Rencananya akan ada dua kali ujicoba. Kalau yang pertama selesai, maka akan dilaksanakan yang kedua tanggal 3 November. Nanti Senin kita bahas lagi,” ungkap Bambang.

Terpisah, Kepala Satuan Lalulintas Polres Bogor, AKP Fadli M Amri menjelaskan, sistem kanalisasi jalur 2.1 itu akan membagi jalur menjadi tiga bagian. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di wilayah Puncak.

“Contoh kalau pagi kan biasanya naik macet tuh, maka kanalisasi 2.1 nya pagi dua jalur ke atas dan satu jalur ke bawah. Kebalikannya kalau siang nanti biasanya kan macet ke bawah, maka dari TSI ini rencananya dua jalur juga ke bawah dan satu jalur ke atas,” jelas Fadli.

Dia pun mengaku optimis sistem kanalisasi jalur 2.1 ini akan mampu mengurai kemacetan lebih baik dari one way yang diterapkan.

“Kalau one way itu kan biasanya sampai tiga jalur ke atas. Dan ini kan keinginan masyarakat juga, jangan sampai one way ini panjang. Prediksinya untuk penguraian nya lebih panjang karena biasanya one way aja 3 jam ya mungkin dengan adanya 2.1 ini bisa sampai 6 jam,” ungkap Fadli.

Di samping itu, Fadli menyebut langkah kanalisi ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat. Sebab, selama ini, jalur Puncak tidak bisa digunakan 24 jam untuk naik turun.

Namun Fadli membantah sistem kanalisasi dilahurkan karena adanya kejenuhan dari sistem one way yang selama ini dijalankan. Menurutnya lebih kepada pencarian jalan keluar untuk mengurai kemacetan.

“Tapi kita juga harus memikirkan sosial ini kedepan, karena one way sendiri sudah diketahui dan sudah memanjakan masyarakat untuk akses dipermudah, maka ini harus lebih disosialisasikan secara massif,” pungkasnya. (Firdaus)

loading...