BOGOR TODAY- Komunitas Penyanyi Jalanan Bogor menggelar acara “Orkestra Gaung Jalanan” di Gedung Kemuning Gading, jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Sabtu (25/03/17) malam dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan.

Ketua Panitia Orkestra Gaung Jalanan Jajang Bojay menjelaskan, konsep orkestra dihadirkan untuk
memperlihatkan nilai kolaborasi dan kebersamaan sebagai pemusik jalanan. Dua komposisi hasil
kolaborasi dihadirkan 36 pemain dalam pertunjukan ini, yaitu “Langgam Kota Raya” karya Juned Topan dan “Pakuan Pajajaran” karya almarhum Hanny Merdeka yang diatur dengan komposer Ade
Tablo.

Berbagai kelompok musik dengan berbagai warna juga dihadirkan oleh Long Breath Scene, Ade Tablo,
Rain Beatbox Clan, Oncom Hideung, Bimo, Bengkel Musik Jalanan, Karinding, Komunitas Penyanyi
Jalanan (KPJ) Merdeka, Kelompok Besi Tua, Sayap Kiri Ensembel hingga pertunjukan sulap PAB.

Bojay berharap melalui Orkestra Gaung Jalanan ini para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor khususnya bisa melihat dan memandang teman-teman jalanan itu bisa berkarya dan berprestasi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Uci Sanusi juga selaku bidang kesenian di Dewan Kesenian Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) mengatakan, kegiatan ini
adalah salah satu kegiatan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, yakni pagelaran kesenian
di Gedung Kemuning Gading dan pada malam ini adalah gelaran yang ke dua dengan menampilkan Orkestra Gaung Jalanan.

“Mudah-mudahan ini menjadi bahan celengan untuk lebih maju lagi. Kami berharap masyarakat dapat turut menggaungkan semangat kesenian ini karena hakikat dari nilai kesenian, yaitu mengedepankan kekayaan dan keberagaman potensi yang dimiliki Kota Bogor,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga memberi bukti bahwa kesenian sebagai bahasa universal mampu menjadi media pemersatu bagi para penggiat seni dengan mengedepankan kekaryaan dan keberagaman potensi yang dimiliki Kota Bogor. (Yuska Apitya)