Home Didaktika Osis SMK Negeri 1 Kota Bogor Terima MPLS

Osis SMK Negeri 1 Kota Bogor Terima MPLS

0
201

IMG_20160719_112545BOGOR TODAY—Hadirnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 18 Tahun 2016 mengenai larangan adanya kegiatan masa orientasi terhadap siswa baru, sempat membuat anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di setiap sekolah SMA/SMK/Sederajat dibuat geger dan kalang kabut. Pasalnya, proposal yang sudah mereka rancang jauh-jauh hari tidak berarti apa pun.

“Jelas kami kecewa butuh waktu selama satu minggu untuk memberi­kan pengertian kepada rekan-rekan saya tentang perubahan tersebut,” ujar Magreta, siswa kelas 12 Multime­dia 1.

Magreta menambahkan keke­cewaan terjadi lantaran semen­jak hadirnya Permedikbud itu citra anggota OSIS tercoreng. Anggota OSIS yang selayaknya menuntun dan mengarahkan siswa-siswi baru menjadi ter­kesan seperti melakukan pem-bully-an. Padahal, Magreta melanjutkan, kegiatan penge­nalan siswa/siswi baru yang dilakukan OSIS SMK Negeri 1 Kota Bogor mengarah keter­biasaan siswa/siswi tersebut terhadap peraturan yang ada di SMK Negeri 1 Kota Bogor.

Kendati demikian, Magreta men­gaku bahwa dalam satu hari ia menu­runkan 26 anggota OSIS untuk turut membantu guru dalam pelaksanaan MPLS. Magreta sudah menyiapkan jad­wal kakak pendamping setiap harinya selama tiga hari MPLS. Setiap kelas mendapatkan dua kakak pendamping. “Saya merandom anggota saya, jadi semua rekan-rekan OSIS dapat turut membantu kegiatan MPLS,” tuturnya.

Rekan OSIS yang diberikan ama­nah untuk menjadi kakak pendamp­ing dilarang keras melakukan tindakan kekerasan dan perpeloncoan terhadap siswa/siswi baru. Magreta mengatakan kembali bahwa tugas mereka untuk membiasakan para siswa baru terhadap peraturan yang ada di SMK Negeri 1 Kota Bogor. Hal demiki­an dibenarkan oleh Nathan, siswa kelas 10 UPW 2. “Saya tidak merasa tertekan. Wajar saja jika anggota OSIS menegur siswa yang datang terlambat ataupun tidak disiplin. Tetapi, selebihnya saya rasa wajar saja jika anggota OSIS bersi­kap tegas,” kata Nathan.

Penanggung Jawab MPLS SMK Neg­eri 1 Kota Bogor Miskam Hadiyanto membenarkan jika ada keterlibatan anggota OSIS. Miskam menegaskan bahwa anggota OSIS hanya sebagai ka­kak pendamping yang bertugas men­gisi kekosongan waktu luang, perihal kepanitiaan tetap dipegang oleh guru. Upaya lainnya untuk meminimalisir penyimpangan tindakan yang dilaku­kan oleh para senior, Penanggung Jaw­ab kegiatan MPLS Sukardi menambah­kan bahwa setiap detik panitia selalu memantau lingkungan sekolah.

Pemerintah pun tidak lepas tan­gan begitu saja terhadap pelaksanaan MPLS tahun ini. Miskam mengatakan monitoring selama kegiatan MPLS oleh pemerintah yang diwakilkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota Bo­gor terus dilaksanakan. Ketika BOGOR TODAY mencoba meminta konfirmasi terkait pernyataan tersebut, Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendi­dikan Kota Bogor Iwan Setiawan mem­benarkan. “Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) yang biasanya mengawasi setiap kegiatan MPLS se­tiap harinya,” kata Iwan.

Perihal perpeloncoan yang di­lakukan pada saat regenerasi anggota ekstrakulikuler, Sukardi meyakinkan bahwa dirinya menjamin 100% tidak ada perpeloncoan ketika regenerasi berlangsung nanti. “Pembina akan se­lalu mengawasi setiap kegiatan ekstr­akulikuler,” tutupnya. (Herza/Mgg/ed:Mina)