BOGOR TODAY – Peredaran narkoba di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sudah meresahkan. Bahkan, kecamatan yang berada di kawasan puncak itu masuk ke dalam urutan 5 tertinggi kasus peredaran narkoba di Jawa Barat.

Wakil Ketua I Bidang Pencegahan pada Penyegahan, Penanggulangan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Desi Maryati mengatakan, narkoba memang sudah menyebar luas ke lingkungan masyarakat, terlebih kepada generasi muda. Apalagi di tengah pandemi covid-19 ini, narkoba menjadi idola karena banyak digunakan oleh masyarakat.

Untuk itu, lanjut Desi, P4GN hadir untuk memberi pemahaman melalui penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Cisarua.

“Penyuluhan ini tadi dihadiri oleh camat Cisarua dan berdasarkan apa yang disampaikan oleh pak camat bahwa Cisarua sudah masuk ke 5 besar kecamatan se-Jawa Barat. Jadi di Cisarua ini sudah masuk darurat narkoba dan kita mencoba untuk meminimalisir peredarannya dengan cara penyuluhan,” kata Desi kepada BogorToday.com, Kamis (17/9/2020).

Desi menuturkan, bahwa dampak narkoba ini luar biasa sebab bukan hanya merusak fisik, tetapi merusak mental dan akal pikiran juga. Sehingga, perlu adanya informasi dan pemahaman tentang narkoba yang harus disampaikan kepada masyarakat.

Dalam penyeluhan ini, kata dia, PG4N bekerja sama dengan Dispora Kabupaten Bogor, di mana pihaknya mendapat tugas untuk memberi penyuluhan sebanyak 47 titik dari 40 kecamatan yang ada di wilayah tegar beriman tersebut.

“Totalnya 47 titik, tapi kita baru 4 titik yaitu Sukaraja, Citereup, Babakan Madang dan sekarang di Cisarua. Berdasarkan data yang kami miliki Cisarua ini merupakan wilayah yang rawan narkoba,” tandasnya. (Heri)