AMBON TODAY – Ribuan warga korban gempa Maluku hingga kini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian yang tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku mencatat, hingga kini lebih dari 100.000 warga di tiga daerah tersebut masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian.

“Sampai saat ini, pengungsi gempa yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian itu jumlahnya sesuai data yang ada itu 103.301 jiwa,” kata Kepala BPBD Maluku Farida Salampessy, Kamis (21/11/2019).

Farida menyebut, selain karena rumah mereka mengalami kerusakan, banyak warga masih memilih mengungsi karena takut adanya gempa susulan. Warga kembali mengungsi setelah gempa magnitudo 5,1 dan 4,5 yang mengguncang Maluku beberapa waktu lalu.

“Data pengungsi itu telah terverifikasi terakhir sejak 24 Oktober 2019 kemarin, tapi sampai saat ini jumlahnya masih seperti itu,” kata Farida.

Terkait bantuan untuk pembangunan rumah-rumah warga dari pemerintah pusat, Farida mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus mencocokkan data jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan dari tiga kabupaten kota tersebut.

Menurut dia, gempa susulan yang kembali merusak rumah-rumah warga beberapa waktu lalu, membuat data rumah-rumah warga kembali mengalami perubahan.

Selain itu, sebelumnya data yang dimasukan kabupaten dan kota tidak disertai dengan NIK dan juga kartu keluarga, sehingga dilakukan perbaikan.

“Itu yang masih ditunggu, karena syaratnya itu data warga yang rumahnya rusak harus disertai NIK dan kartu keluarga, makanya kita masih menunggu. Kalau sudah siap langsung kita kirim agar segera diproses,” kata Farida. (net)

loading...