Untitled-17USAHA bidang kreatif tentu tak ada matinya. Tangan-tangan dari seorang yang kreatif tentunya bisa mengubah suatu barang yang biasa menjadi barang berharga dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Salah satunya ialah produk kerajinan home industry Kota Bogor, yakni Koda Kreatif milik Dhammaryono atau yang akrab disapa Embong.

Melanjutkan usaha pengemasan kreatif milik rekannya, pada awal 2015 Dhammar mencoba peruntungan usaha dibidang tersebut. Bermodalkan pengalaman yang cukup lama dalam menekuni usaha pribadi membuatnya tak takut untuk melakoni bis­nis yang baru.

“Saya terjun di dunia usaha sudah sejak lama, tepatnya mungkin mulai pada 2004. Saya pernah menjalani usaha clothing, ku­liner, rental sound system hingga dunia IT,” terang Dhammar kepada BOGOR TODAY.

Usaha yang dijalaninya kini diyakini Dhammar menjadi suatu usaha yang bisa memberi manfaat kepada banyak orang. Pasalnya, jika dalam produksi kotak den­gan jumlah yang banyak, Dhammar turut memberikan ladang penghasilan bagi war­ga lingkungan sekitar.

“Kalau pesannya hanya beberapa buah saja, saya lakukan seorang diri. Tapi, jika jumlah pemesanannya banyak maka saya memberdayakan warga sekitar yang me­mang tak memiliki pekerjaan tetap,” ung­kap pria yang tinggal di Jalan Ciremai Ujung Nomor 190, Bogor.

Tak dimungkiri, jumlah peme­sanan kotak yang menjadi pelang­gan tetap Koda Kreatif cukup ban­yak. Dhammar menyebutkan, ada tiga pelanggan utama yang sering kali memesan kotak dengan jum­lah ratusan atau bahkan ribuan.

“Saya percaya, walaupun usa­ha ini pelan tapi berjalan terus,” papar Dharmma.

Walau mengalami pahit man­isnya perjalanan di dunia bisnis, Dharmma mengaku tak kapok untuk terus bertahan memper­tahankan usaha yang tengah dirintisnya kini. Dukungan kelu­arga menjadi semangat utamanya.

Jika sedang ramai pesanan, Dhammar sampai rela tak tidur hingga dua hari. Semua dilakukan­nya demi menjaga kepuasan kon­sumen.

“Jujur saja, saya kadang ma­sih belum memberi kepercayaan sepenuhnya kepada orang lain dalam pengerjaan packaging apalagi yang tingka­tannya sulit. Karena butuh ketelitian yang tinggi. Jadi mau tak mau saya yang menger­jakan. Saya sampai tak tidur dua hari kare­na dikejar deadline,” ucapnya.

Dengan banyaknya pemesanan kotak, Dharmma dalam per bulannya bisa meng­hasilkan omzet senilai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Dirinya berharap, dalam jangka dekat bisa memiliki gallery serta workshop pribadi sehingga masyarakat bisa langsung melihat dan semakin mengenal Koda Kre­atif.

“Doakan saja semoga dalam waktu dekat ini bisa memiliki gallery pribadi. Saya sedang mempersiapkannya sehingga bisa memberikan pelatihan kerajinan tangan ini semakin diminati,” jelasnya.

Untuk memproduksi satu kotak baik itu pengerjaan pengukuran, pemotongan, dan lainnya yang membutuhkan keterampilan ekstra, bisa menghabiskan waktu hingga 7 sampai 8 jam.

Menjadi pelaku usaha diaku pria lulu­san sarjana IT ini penting menjalin komu­nikasi yang baik dengan para pelanggan. “Harus bisa menjalin komuni­kasi yang baik dengan pelang­gan. Yang membuat kotak packaging itu banyak, bahkan mungkin lebih baik dari yang saya kerjakan. Oleh karena itu, penting menjaga komunikasi agar konsumen kembali lagi ke kita,” paparnya.

Jika ingin melihat hasil produk Koda Kreatif, Anda bisa melihat melalui instagram di @ kodakreatif. Untuk masalah harga, tentunya Koda Kreatif tak mema­tok harga yang mahal. Untuk kotak berukuran standar, hanya dibanderol Rp 60 ribu.

Disinggung perihal pel­uang kompetitor melakukan usaha yang sama, Dharmma tak terlalu memikirkan hal tersebut. “Saya tak terlalu me­mikirkan hal itu, justru bagi saya adanya kompetitor me­macu saya berkreasi lebih baik l a g i ke depannya,” terang Dharmma. (ed:Mina)

 

loading...