Oleh : Rr Vincie Apriany, SST

(Statistisi BPS Kota Bogor – Alumnus STIS Jakarta)

Teachers. For your time used to educate me. You are the second parents to me. Which always I meet every day except Saturdays and Sundays. Homework that you gave to me. Taught me to appreciate the time. In order to not forget my responsibilities. I will never forget your services. I will never ignore your advices. So that I could reach my big dreams. Thank you, teachers.

Hari Guru Sedunia

Pada tanggal 5 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Guru Sedunia. Penetapan hari tersebut berkaitan dengan peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 21 September hingga 5 Oktober 1966 di Paris. Peristiwa dimaksud adalah konferensi 76 negara anggota Unesco termasuk Indonesia dan 35 organisasi internaional lainnya. Konferensi tersebut menghasilkan Recommendations Concerning the Status of Teachers. Rekomendasi tersebut antara lain menekankan pada profesionalisme dan kesejahteraan guru, khususnya di negara-negara berkembang. Menurut Unesco, Hari Guru Sedunia mewakili kepedulian, pemahaman dan apresiasi atas peran vital guru, yaitu mengajar pengetahuan dan membangun generasi.

Membangun Generasi Insan Cendekia

Keberhasilan membangun generasi insan cendekia, dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya dimensi pengetahuan/pendidikan. Salah satu komponen dalam IPM (dengan metode baru) yang berkaitan dengan pengetahuan/pendidikan  adalah harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Harapan lama sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Sedangkan, rata-rata lama sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal.

Tabel 1. Harapan Lama Sekolah 2013-2017

Harapan Lama Sekolah 2013 2014 2015 2016 2017
Kota Bogor 12,1 12,23 12,36 13,01 13,37
Jawa Barat 11,81 12,08 12,15 12,3 12,42
Indonesia 12,1 12,39 12,55 12,72 12,85

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Tabel 1 di atas, lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang kurun waktu 2013 hingga 2017, Kota Bogor selalu di atas target Propinsi Jawa Barat. Namun, dibandingkan dengan target nasional (Indonesia) dalam kurun waktu yang sama, baru 2016 dan 2017 angka HLS Kota Bogor berada di atasnya.

Tabel 2. Rata-rata Lama Sekolah 2013-2017

Rata-rata Lama Sekolah 2013 2014 2015 2016 2017
Kota Bogor 9,96 10,01 10,2 10,28 10,29
Jawa Barat 7,58 7,71 7,86 7,95 8,14
Indonesia 7,61 7,73 7,84 7,95 8,1

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2013-2017), Kota Bogor cukup berhasil dalam membangun generasi insan cendekia. Rata-rata lama sekolah penduduk Kota Bogor usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal mengalami peningkatan sejak 2013 hingga 2017. Capaian prestasi Kota Bogor, jauh di atas yang diraih oleh Propinsi Jawa Barat dan bahkan nasional (Indonesia). Hal ini ditunjukkan oleh angka RLS yang tertera dalam Tabel 2 di atas.

Perlu Perhatian Pemerintah

Dalam menunaikan peran vital guru, yaitu mengajar pengetahuan dan membangun generasi, perlu mendapat perhatian dari Pemerintah. Kebijakan Pemerintah yang akurat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Pusat maupun Dinas Pendidikan di Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota, seyogyanya dapat memenuhi kebutuhan profesional guru. Kebutuhan guru tersebut, antara lain: pengembangan kapasitas guru serta peningkatan kesejahteraan guru. Program pengembangan kapasitas guru perlu dipadatkan lagi waktunya agar lebih efisien dan efektif. Sehingga guru tidak banyak meninggalkan jam mengajarnya. Peningkatan kesejahteraan guru terus diprogramkan agar guru dapat lebih fokus dalam menunaikan peran vitalnya. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah, karena guru bukan hanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, melainkan juga sebagai pembangun insan cendekia. (*)

loading...