CIBINONG TODAY – Dari total 81,7 hektare untuk lahan hunian tetap (Huntap) yang sudah disiapkan, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bogor mengaku hanya baru bisa menyiapkan 10 persen. Artinya, hanya baru sekitar delapan hektare di empat titik.

Terkait itu, untuk mempercepat pembangunan, sebanyak 2000 huntap untuk korban terdampak bencana Bogor Barat, Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku tengah fokus merealisasikan sebelum masuk bulan ramadan pada April mendatang. Namun ia lebih mengutamakan huntap di tanah yang kondisinya sudah dinyatakan aman dari hasil kajian tim Geologi.

“Hunian tetap ini terakhir dirapatkan, akan dibangun ditanah yang aman dulu di beberapa desa,” kata Ade Yasin, Jumat (14/2/2020).

Dalam menyelesaikan pembangunan huntap sebelum masuknya bulan puasa, Ade mengatakan akan taat mengikuti berbagai langkah prosedur sejak masa transisi bencana hingga masa rekonstruksi nantinya. Masa transisi tersebut terhitung sejak berakhirnya masa tanggap darurat 31 Januari lalu hingga Maret mendatang.

“Nah, dari Maret ada masa rekonstruksi, dimana di rekonstruksi ini baru bisa di bangun huntapnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Ade menargetkan paling tidak dalam masa transisi kini pihaknya bisa melakukan land clearing terlebih dahulu. Agar meyakinkan bahwa pihaknya serius dalam melaksanakan pembangunan huntap.

“Ini kan musim hujan, kalau mereka masih di hunian sementara kan kasihan juga. jadi saya tetap fokus untuk mempercepat huntap. Inginnya kita cepat selesai, tapi ada aturan yang harus kita tempuh dahulu,” tukasnya. (Bambang Supriyadi)

loading...