CIBINONG TODAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hanya membuatkan 248 hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana. Padahal, jumlah keluarga yang menjadi korban diketahui berjumlah 4.072 keluarga.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah menjelaskan, jumlah huntara yang akan dibangun itu dikarenakan dari ribuan keluarga yang menjadi korban hanya 248 keluarga itu yang mengajukan huntara.

“Kami membuatkan huntara sesuai yang diajukan korban melalui kecamatan, yang mengajukan hanya 248 keluarga,” kata Juanda, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, para korban yang tidak mengajukan huntara, umumnya mengungsi ke rumah sanak saudara, bahkan ada pula yang mengontrak. Selain itu, ada pula beberapa di antaranya yang dibuatkan huntara oleh relawan.

Disamping itu, huntara yang akan dibangun tersebar di dua kecamatan yang terdampak bencana. Yaitu di Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Cigudeg.

Di Kecamatan Sukajaya, kata Juanda, huntara akan dibangun sebanyak 24 unit. Sedangkan di Kecamatan Cigudeg sebanyak 224 unit. Menurutnya, huntara yang akan menjadi tempat tinggal sementara para korban bencana sambil menunggu terbangunnya hunian tetap (huntap) ini, akan dibangun dengan ukuran 3 meter x 3 meter.

“Setiap satu unit huntara menelan biaya sekitar Rp5 juta, dengan material dinding berbahan triplek dan atap dari asbes. Setiap satu unitnya dihuni oleh satu keluarga,” tandas Juanda. (Firdaus)

loading...