BOGOR TODAY- Sebanyak 12 usulan kegiatan prioritas dari 33 kegiatan Bottom Up Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diusulkan dan disampaikan Wakil Wali Kota Usmar Hariman melalui Video Conference Virtual Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2017 dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) online di ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor,  Senin (10/04/2017).

Usmar mengatakan, 12 kegiatan yang menjadi prioritas dan dimasukan dalam RKPD Online yakni pelebaran jembatan di Jalan Otista sebagai dampak dari Sistem Satu Arah (SSA) sekaligus menjadi jalur lintasan Presiden Joko Widodo dengan biaya Rp 40 Miliar, peningkatan jalan dan pedestrian jalan Surya Kencana untuk destinasi wisata dengan anggaran Rp 12,5 Miliar, revitalisasi Stadion Gor Pajajaran sesuai dengan janji politik gubernur dengan nilai Rp 650 Miliar,  Pembangunan gedung diklat yang sangat penting untuk pembinaan SDM sebanyak 8.500 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Bogor dengan nilai Rp 31,7 Miliar.

Selanjutnya yakni, pengadaan rambu dan marka jalan untuk mengurai kemacetan senilai Rp 2 Miliar, pengadaan mobil kebakaran dan operasional lainnya Rp 2,5 Miliar, Pengadaan sarana prasarana persampahan dengan nilai Rp 12,4 Miliar, revitalisasi gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 65 Miliar, pengadaan kendaraan derek karena di Kota Bogor belum memiliki kapasitas derek yang besar dengan nilai biaya Rp 4,8 Miliar. peningkatan kualitas dan pelayanan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dengan menambah kelengkapan yang membutuhkan dana Rp 1,26 Miliar, optimalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) untuk meningkat kapasitasnya dengan usulan Rp 830 juta dan terakhir Pembangunan Taman Kresna dengan biaya Rp 3,4 Miliar. “Total 12 usulan kegiatan prioritas tersebut yang mencapai Rp 831,3 Miliar. Semua kegiatan tersebut direncanakan untuk dianggarakan pada tahun 2018 nanti. Kami berharap semua kegiatan bisa mendapat respon positif dari Pemerintah Provinsi Jabar, sehingga visi misi Jabar bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, dalam video Conference Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar menambahkan, bahwa RKPD ini merupakan tahapan pemantapan pembangunan sebelum mencapai tahap kemadirian Jabar tahun 2018 – 2023. Dia menyebut, ada beberapa isu strategis Jawa Barat tahun 2018 yakni aspek kesejahteraan, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. Sementara terdapat sepuluh rancangan prioritas nasional, yaitu bidang Pendidikan, Kesehatan, Perumahan dan Pemukiman, Perkembangan dunia usaha dan pariwisata, Ketahanan Energi, Ketahanan Pangan,  Penanggulangan Kemiskinan, Insfrastruktur, Konektifitas dan perubahan lingkungan,  Pembangunan wilayah, Politik hukum dan kemananan. “Virtual Musrenbang ini merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari tahapan Musrenbang Jabar. Kami mengajak seluruh pimpinan daerah untuk sama-sama menyampaikan kegiatan yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat, karena ini nantinya akan ditindaklanjuti di puncak Musrenbang Jabar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam Video Conference diikuti Enam Wilayah I Jawa Barat yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Bogor dan Kota Sukabumi.  (Yuska Apitya)

loading...