BOGOR TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana bakal membangun kawasan GOR Pajajaran dan komplek Perkantoran Wali Kota di kawasan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Mewujudkan itu, Pemkot Bogor mengajukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat sebesar Rp2,05 triliun.

Menurut, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim pengajuan pinjaman tersebut adanya tawaran dari Pemerintah Pusat agar daerah melakukan pemulihan ekonomi melalui pembangunan infratruktur pasca pandemi Covid-19.

“Jadi semua daerah ditawari, tetapi tergantung kesiapan masing-masing,” ungkapnya usai peresmian pusat kuliner teras Surken, Kamis (27/8/2020).

Dedie menegaskan, pembayaran pinjaman lunak tersebut akan diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) sehingga tak membebankan cadangan keuangan daerah.

“Jadi, selama 10 tahun DAU Kota Bogor dipotong untuk membayar pinjaman lunak sesuai dengan nilai transfer daerah. Rumusannya dari Kementerian Keuangan karena ada beberapa persyaratan,” jelasnya.

Dedie menyatakan, meski mengajukan Rp2,05 triliun, namun jumlahnya yang akan dicairkan masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan. “Masih ada persyaratan yang harus dilengkapi oleh Kota Bogor,” katanya.

Dedie menyatakan, pemkot membutuhkan anggaran sebesar Rp1,5 sampai Rp2 triliun untuk membangun kawasan GOR Pajajaran dan Komplek Perkantoran Wali Kota di Katulampa.

Sementara untuk pembangunan kawasan GOR Kayumanis, kata Dedie, Pemkot akan mendorong anggaran dari bantuan Provinsi Jabar.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat delapan daerah telah mengusulkan pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat per 13 Agustus 2020.

Salah satunya adalah Kota Bogor yang mengajukan pada 7 Agustus 2020 untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp2,05 triliun untuk tahun ini. (Bambang Supriyadi)