BOGOR TODAY – Imbas penumpukan penumpang kereta api rel listrik (KRL) yang terjadi di stasiun Bogor, membuat Pemerintah Kota Bogor angkat bicara.

Waki Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan dan meminta kepada PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) untuk betul-betul mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19. 

“Saya dan Gubernur Jabar sudah komunikasi dengan PT KCI. Intinya kita minta dalam rangka penerapan PSBB di Kota Bogor, PT KCI betul-betul mendukung upaya bersama kita untuk bisa mengatur terutama para penumpang dari arah Bogor menuju Jakarta,” kata Dedie.

Dedie menuturkan, hasil diskusi dengan Gubenur Jabar dan para kepala daerah lainnya juga berpendapat dalam pengaturan penumpang itu misalnya kereta dari Bogor itu langsung ke Jakarta tidak transit ke stasiun-stasiun.

“Jadi misalnya hanya dari Bogor langsung ke Manggarai saja, tidak ada Depok, Bogor, Manggarai. Artinya tidak ada yang berhenti (transit) di tiap-tiap stasiun. Depok juga langsung ke Jakarta dan itu kita usulkan. Tujuannya, supaya orang yang mau ke depok tidak usah naik kereta,” tuturnya.

Bukan itu saja, lanjut Dedie, dalam minggu ini pihaknya akan membuat disinfektan chamber yang berukuran besar yang ditempatkan di Jalan Mayor Oking. “Jadi pulang dari Jakarta mereka akan kita tempatkan disitu,” pungkasnya. (Heri)