BOGOR TODAY – Kasi Patroli dan Ops 1 Bea Cukai Soekarno Hatta, Anton menyebut maraknya peredaran narkotika jenis tembakau sintetis (gorila) dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan melakukan aktivitas dirumah.

Para pelaku memanfaatkan situasi pandemi untuk memproduksi dan menjual tembakau gorilla kepada para pemakainya.

Hal itu Anton katakan pasca tertangkapnya tiga pelaku produsen tembakau gorilla di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (9/7/2020) malam oleh Satnarkoba Polres Bogor bersama Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

“Tembakau gorilla atau sintetis, belakangan ini cukup marak. Karena pengaruh Covid-19, di rumah,” kata Anton di Mapolres Bogor, Jumat (10/7/2020).

Para produsen memanfaatkan Pandemi Covid-19 ini dengan menyelundupkan bahan baku dari Eropa melaui jasa pengeriman.

“Jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta kan menurun. Jadi, para pelaku memasukan bahan tembakau gorilla, melalui jasa titipan. Sepintas tidak kelihatan, namun kita ketahui saat pemeriksaan X-Ray,” tuturnya.

Anton juga menjelaskan, dari sana pihaknya langsung menyelidiki penerimanya. “Kita temukan, tujuanya Kabupaten Bogor. Kita langsung koordinasi dengan Polres Bogor dan menangkap para pelaku,” tukasnya. (Bambang Supriyadi)