BOGOR TODAY – Penyebaran wabah pandemi Covid-19 di Kota Bogor semakin hari terus meningkat. Pembatasan sosial akibat corona berpengaruh kepada sektor ekonomi warga, sehingga banyak masyarakat mulai kesulitan menyambung hidup sehari-hari.

Menyikapi persoalan itu, penggiat sosial kemanusiaan pun mulai gelisah, terutama saat mereka bertemu dengan banyak warga yang mengaku kelaparan, sehingga mereka pun berlomba menggalang dana dan bantuan.

“Jika ini terus terjadi, maka akan semakin banyak rakyat yang kelaparan karena hilang mata pencaharian,” kata Ria Rusty, seorang penggiat sosial, saat membagikan bingkisan bantuan kepada warga tidak mampu di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Wanita yang juga pengusaha bakso Pade Jangkung dan Mahasiswi S2 Sekolah Bisnis IPB itu, menuturkan, apa yang dia bagikan adalah hasil dari penggalangan dana dan bantuan dari para donatur yang dia buka sejak sepekan kemarin. Rusty mengatakan dana terkumpul total Rp. 31,2 juta. Semua dana tersebut dia belanjakan kebutuhan logistik, lalu dia bagikan sendiri secara door to door menemui langsung warga disejumlah daerah.

“Aku belikan semuanya, beras, minyak, mie instan dan lainnya. Intinya aku ingin mereka dirumah aja, tanpa khawatir perut lapar,” ucap Rusty.

Dengan bantuan yang dia bagikan, Rusty berharap dapat mengurangi pergerakan orang keluar rumah dengan dalih mencari nafkah. Namun Rusty pun menyebut apa yang dilakukannya, bisa diteruskan oleh pemerintah setempat dalam menjamin ketersediaan pangan bagi warganya. “Jadi kalau menurut aku warga pun akan nurut diam di rumah, kalau kebutuhan dapurnya terpenuhi,” ucapnya.

Salah satu warga yang menerima bantuan, Ahmad Sanusi mengaku senang dan bahagia serta mengucapkan terima kasih, karena secara sukarela Mba Rusty telah membagikan sembako ke warga yang tidak mampu.

“Ini patut dicontoh supaya donatur atau warga mampu yang lain juga tergerak membantu warga tidak mampu. Saya sangat berterima kasih, semoga yang sudah diberikan Mba Rusty ke warga mendapat ganjaran setimpal dari Allah SWT,” kata Ahmad. (Heri)