Untitled-14Narkotika Nasional (BNN) membuat geger dunia. Badan dibawah pimpinan Komjen Budi Waseso (Buwas) ini bakal membangun penjara khusus terpidana narkotika di sebuah pulau yang dijaga oleh buaya.

YUSKA APITYA AJI ISWANTO
[email protected]

Guardian dalam artikel yang dipublikasikan pada Selasa, 10 Novem­ber 2015, menilai bahwa usulan Kepala BNN Budi Waseso itu terinspirasi dari film James Bond yang diperankan Roger Moore berjudul Live and Let Die. Dalam film itu terdapat pulau yang penuh dengan reptil.

Rencana ini dikatakan masih dalam tahap awal, tampaknya usu­lan Budi Waseso itu tidak main-main. Ia mengatakan telah mengunjungi berbagai daerah di Nusantara untuk mencari dan mengumpulkan rep­til ganas tersebut. Nantinya buaya-buaya itu akan menjadi “penjaga” penjara untuk mencegah para nara pidana kabur. “Kami akan menem­patkan buaya sebanyak yang kami bisa. Saya akan mencari buaya dari jenis yang paling ganas,” kata Budi Waseso.

Menurut Budi Waseso, buaya ga­nas itu bisa menjadi penjaga penjara yang baik untuk mencegah penge­dar narkoba melarikan diri karena mereka tidak bisa disuap. “Anda tidak bisa menyuap buaya. Anda tidak bisa meyakinkan mereka untuk membiar­kan tahanan melarikan diri,” katanya.

Saat ini Indonesia memang se­dang berusaha keras melawan per­edaran Narkoba. Indonesia telah melakukan eksekusi mati terhadap sejumlah terpidana narkotika. Toh, peredaran Narkoba di Indonesia masih tinggi.

Bahkan peredaran Narkoba marak di dalam penjara karena sis­tem dan pejabat penjara yang korup. Narapidana dan petugas penjara banyak yang telah tertangkap karena kasus Narkoba dalam penjara. Seba­gian operasi peredaran Narkoba juga dikendalikan oleh para terpidana narkotik dari dalam penjara. Tampa­knya hal itu yang menjadi salah satu alasan BNN mengusulkan adanya penjara khusus dengan penjagaan ekstra ketat bagi terpidana narkotika.

Juru bicara BNN Slamet Pribadi mengatakan bahwa pihak berwenang telah mempertimbangkan rencana pembangunan penjara khusus nara­pidana hukuman mati terkait kasus Narkoba. BNN saat ini sedang dalam diskusi dengan kementerian kehaki­man tentang rencana tersebut.

Menurut Slamet, pembuatan penjara khusus itu diharapkan bisa memisahkan para pengedar atau gembong Narkoba dengan terpidana lain. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan mereka merekrut ter­pidana lain untuk dijadikan anggota komplotannya. (/net)