mengecek-paru2-tradisioanal-obat.blogspot.com-aLebih dari dua miliar orang atau sepertiga populasi dunia terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit Tuberculosis atau TBC. Setiap detiknya, bakteri tersebut bisa menginfeksi dan membunuh siapa saja. Penularannya sangat mudah, bahkan dengan berkomunikasi saja bisa menularkan seluruh orang dalam satu gedung

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Tidak banyak orang yang sangat perduli den­gan hal-hal sepele yang ternyata dapat berdam­pak negatif bagi kesehat­an mereka, misalnya seperti men­cuci tangan dan memakai masker. Bakteri penyebab TBC sangat mudah menyebar di udara. Ketika seseorang yang terinfeksi TBC batuk, bersin atau bahkan berbicara, mereka akan menyebarkan bakteri tersebut. Bah­kan yang banyak tanpa disadari, penularan itu bisa jadi mata rantai dari satu pasien, lalu kemudian ada yang berinteraksi dan tertular, dan seseorang yang tertular ini kemung­kinannya sangat besar untuk menu­larkannya kembali ke oranglain.

TBC bisa menyerang mata, ku­lit, otak, dan organ-organ apa saja. Penularan TB sangat mudah karena bakteri ini menyebar melalui par­tikel air di udara, yang bisa berpin­dah lewat batuk, bersin, berbicara terlalu dekat dengan penderita TB, atau dari orang yang meludah atau buang dahak sembarangan.

“Hanya diperlukan jumlah yang kecil untuk melakukan transmisi (perpindahan) bakteri. Setiap de­tiknya, seseorang bisa saja terinfeksi TBC. Bakteri yang masuk berkum­pul di paru-paru dan akan berkem­bang biak jika daya tahan tubuh ren­dah. Lalu kemudian menyebar lewat pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Sehingga banyak kasus TBC seperti TBC tulang, TBC otak meski 90 persen masih pada TBC paru-paru,” urai Direktur Rumah Sakit Pertamedika Sentul City, Kamelia Faisal, MARS.

Menurut, dokter yang hangat dis­apa Lia, mencuci tangan merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah untuk mencegah penyebaran TBC. Sebab, 80 persen dari penya­kit menular itu ditularkan melalui sentuhan. “Tangan kita sendiri jus­tru seingkali menjadi perantara dari berbagai bakteri untuk masuk ke dalam tubuh kita. Agar memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya mengetahui bagaimana teknik men­cuci tangan yang benar,” paparnya.

Selain itu, masih kata Lia, masyara­kat juga harus tahu cara menggunak­an cairan alkohol pembersih tangan. Salah penggunaan cairan alkohol pembersih tangan akan menyebab­kan virus influenza tidak terbunuh dengan baik. “Nah, cara menggunak­an cairan alkohol pembersih tangan yang baik dan benar adalah dengan membasuh kedua tangan dengan cai­ran alkohol dan menggosokkan ked­ua tangannya. Lalu pastikan semua permukaan terlumuri dan teruskan menggosokkan tangan hingga tangan kering,” tambahnya.

Proses pengobatan TBC sendiri tergolong lumayan lama dan mele­lahkan. Karena ini merupakan pe­nyakit kronis, yang mana konsumsi obatnya merupakan satu rangkaian yang terdiri dari beberapa jensi obat (biasanya terdiri dari empat jenis).

Ada istilah dalam TBC yang perlu Anda ketahui, yang mungkin per­nah Anda dengar sebelumnya. Yakni MDR-TB dan XTR-TB. Kedua hal terse­but dialami orang yang sudah pernah terkena TB lalu sembuh, kemudian kambuh lagi. Ketika kambuh lagi, ia menjadi resistan atau ’kebal’terhadap beberapa jenis obat-obatan TB.

“Kuman atau bakteri yang ada dalam tubuhnya tidak bereaksi ter­hadap obat-obatan standar. MDRTB (Multidrug Resistant Tuberculosis) menjadi resistan minimal terhadap dua diantara beberapa jenis obat, dan XTR-TB (Extensively Drug Re­sistant Tuberculosis) menjadi resis­tan terhadap lebih banyak lagi jenis obatnya,” paparnya.

Maka dari itu, mematuhi pengo­batan sesuai dengan yang dianjur­kan dokter adalah keharusan. Jan­gan merasa sudah sembuh karena sudah tidak batuk-batuk lagi, mis­alnya. Dan untuk menjaga agar tak mudah tertular TB, istirahat cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, adalah dua hal sederhana yang bisa dilakukan.

loading...