46-valentino-rossi-ita-93-marc-marquez-esp_gp_8812.gallery_full_top_fullscreenSACHSENRING– Saat Marc Marquez bakal menghabiskan libur paruh musim MotoGP 2016 dengan berpesta, Jorge Lorenzo justru harus memutar otak agar bisa menaklukkan ban Michelin dalam trek basah. Seperti dik­etahui, ia kesulitan dalam dua balap terakhir di Sikuit Assen, Belanda dan yang terbaru di Sachsenring, Jerman saat balap disertai hujan. Pada GP Jerman, Minggu (17/7/2016) malam WIB, Lorenzo tercecer hingga akhirnya fi­nis di urutan ke-15 dengan selisih waktu 1 menit 17 detik dari sang jawara, Mar­quez. Ini merupakan hasil terburuk yang diraih rider Movistar Yamaha selama membalap di kelas para raja.

Selain itu, balapan basah ter­bukti menjadi kelemahan juara dunia MotoGP tiga kali itu dengan ban Michelin. Sebelumnya di As­sen, Belanda, Lorenzo juga tercec­er usai finis di peringkat ke-10 den­gan selisih 27 detik dari Jack Miller, yang keluar sebagai pemenang.

“Aku jelas harus melakukan sesuatu, sungguh-sungguh, den­gan ban Michelin, di kondisi seperti ini (basah). Dengan ban Bridgestone, aku terkadang bisa bertarung untuk ke­menangan, terkadang bisa bertarung untuk posisi kelimatapi sekarang, dengan motor dan ban-ban ini dan kondisi ini, aku jauh lebih kesulitan, “ kata Lorenzo yang dilan­sir Motorsport. “Saat pemanasan, aku sangat buruk, empat detik lebih lambat daripada pe­balap tercepat. Di balapan, aku meningkatkan kecepatanku satu detik, satu setengah detik lebih cepat, aku bisa bersaing dengan Dani Pe­drosa di awal, dengan Pol Espargaro, kurang lebih begitu,” lanjutnya.

“Tapi, ketika lintasan mulai kering, aku mulai kehilangan rasa di bagian depat motor, pebalap lain bisa mempertahankan kecepa­tannya dan aku tidak. Mudah-mudahan ini akan lebih baik,” tukas pebalap Spanyol itu.

“Aku berharap aku akan melakukan ses­uatu untuk memperbaikinya sejauh yang kubisa, untuk meningkatkan rasa percaya diriku. Aku melihat bahwa tidak mudah bagiku, dengan gaya membalapku, untuk secepatnya mendapatkan kepercayaan diri dengan ban-ban ini. Aku harus melakukan sesuatu,” cetus Lorenzo.

Alibi Rossi Sementara rekan setim Lorenzo di Yama­ha, Valentino Rossi juga meraih hasil buruk di GP Jerman. Ia finis di urutan kedelapan usai sebelumnya bersaing di barisan tiga tiga besar. The Doctor itu pun akhirnya mengelu­arkan alibinya.

Ia mengaku pace-nya justru lebih lambat seusai masuk pit dan mengganti motor tung­gangannya. Seperti diketahui, Marquez ke­luar sebagai pemenang dalam balapan yang awalnya dalam kondisi trek basah ini.

Marquez memang mampu melaku­kan strategi yang jitu hingga akhirnya bisa memenangi balapan. The Baby Alien melakukan penggantian ban dan tentunya motor lebih awal jika dibandingkan para rider lain di depannya.

Rossi yang mengganti ban di penghu­jung balapan, tepatnya saat lima lap tersisa pun akhirnya harus puas finis kedelapan. VR46 mengaku menyesali keputusannya mengabaikan perintah tim untuk masuk ke pit guna mengganti ban lebih awal.

“Ini sangat menyakitkan bagi kami, karena saya sebenarnya kompetitif saat lintasan mulai mengering. Saya bisa menjalani balapan yang ba­gus,” buka Rossi seperti dimuat laman resmi MotoGP, Senin (18/7/2016).

“Saya juga sejatinya kompeti­tif saat lintasan basah di awal-awal. Di balapan basah yang normal, saya yakin bisa bersaing untuk podium tertinggi. Sayang ini balapan yang flag-to-flag (cua­ca dan kondisi trek yang berubah-ubah),” lanjutnya.

“Jika saya melakukan penggantian ban lebih awal, bakal bisa lebih baik. Saya setidaknya bisa menempati posisi enam daripada delapan. Saya harus akui kalau saya menyesal tak mengindahkan instruksi dari tim,” ungkap The Doctor. “Namun, masalah besarnya adalah saat setelah memulai balapan lagi, pace saya sangat lambat. Saya tak merasakan suatu hal yang bagus dengan motornya dan saya tak cukup kuat. Faktor ban juga ber­pengaruh. Apakah saya memang tepat memakai ban slick (setelah keluar dari pit) atau tidak?” pungkasnya.

MotoGP 2016 akan memasuki jeda kompetisi sebelum kembali bergulir di Austria, pertengah­an Agustus nan­ti. (Rishad/ Net)

loading...