Cari Solusi Persoalan Lalulintas Angkutan Tambang di Parungpanjang

PARUNGPANJANG TODAY – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait persoalan lalulintas truk pengangkut material tambang, di ruas jalan raya Provinsi yang ada di Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg, Rumpin dan Gunungsindur. Langkah ini bertujuan untuk adanya solusi segera untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Saya baru saja bicara langsung melalui telepon dengan Gubernur Jawa Barat. Kita sudah atur waktu untuk ketemu, dan Pak Gubernur sudah mengarahkan agar kita bisa bertemu secara langsung bersama perwakilan warga Parungpanjang, Cigudeg, Rumpin, Gunungsindur dan sekitarnya. Pada prinsipnya, Gubernur menginginkan solusi terbaik untuk masyarakat terdampak lalulintas angkutan tambang,” ujar Egi.

Dalam pembicaran tersebut, lanjut Egi, dirinya menyampaikan pokok persoalan yang timbul dari angkutan tambang karena tingginya volume kendaraan yang melintasi jalan raya yang juga menjadi akses utama masyarakat sehari-hari. Selain itu, ukuran truk yang besar dengan bobot melebihi kapasitas jalan juga berdampak buruk terhadap daya tahan jalan dan konsentrasi pengendara dalam berlalulintas. “Dampaknya terhadap lingkungan, keselamatan berlalulintas dan kesehatan sangat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Jalan raya yang dilintasi angkutan tambang, tambah Egi, telah banyak merenggut korban jiwa akibat kecelakaan berlalulintas. Pada September ini saja, sudah tujuh korban meninggal dunia akibat kecelaan yang melibatkan truk besar tersebut.
Persoalan jalan angkutan tambang, di Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg dan Gunungsindur menjadi masalah yang belum juga menemukan solusi yang tepat. Berbagai upaya dari pembatasan jam operasional dan pemasangan portal untuk membatasi ukuran kendaraan yang masuk tidak juga menyelesaikan masalah.

Pada September ini sudah 3 kali terjadi kecelakaan lalulintas yang melibatkan truk tambang, 7 orang meninggal dunia dan memicu aksi spontan warga memblokade jalan dari angkutan tambang. Aksi warga dibalas para sopir truk yang mengontrog kantor kepolisian untuk untuk meminta portal dibuka.
Hasil musyawarah terbaru, jam operasional di batasi mulai pukul 06.00 sampai 10.00 dan 16.00 sampai 20.00 dihari Senin hingga Sabtu. Adapun dihari Minggu, truk tronton dilarang melintas mulai pukul 06.00 sampai 14.00 dan 16.00 sampai 20.00 WIB. Kesepakatan tersebut ditandatangani perwakilan warga dan perusahaan tambang serta asosiasi transporter. (Iman R Hakim)