Untitled-4DALAM pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilakukan serentak di Indonesia pada 4 sampai 12 April medatang, Pemerintah Kota Bogor yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik saat ujian berlangsung. Rencananya, akan ada petugas PLN dan Uninterruptible Power Supply (UPS) disiagakan di titik sekolah saat UNBK nanti.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Kepala Disdik Kota Bogor, Edgar Suratman menjelaskan untuk ke­mungkinan buruk yang akan ter­jadi sudah diantisipasi, pihaknya bekerjasama dengan PLN agar pelaksa­naan UNBK berjalan lancar pada saatnya. “Kami sudah kerjasama dengan PLN, takut ada pemadaman listrik saat ujian berlangsung. InsyaAllah semua akan ber­jalan dengan lancar, saya rasa juga tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan,” jelas Edgar.

Selain bersinergi dengan PLN, Edgar juga menambahkan, masing-masing seko­lah sudah menyiapkan genset apabila ada pemadaman listrik. Persiapan dan sikap antisipasi ini sudah dilakukan dengan matang dan terstruktur sehingga kemung­kinannya tipis jika ada masalah teknis.

Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) Kurikulum Yayasan Persatuan Haji Bogor (YPHB), Andriansyah mengaku sekolahnya sudah hampir 100 persen dalam persiapan menghadapi UNBK. Secara teknis, pihak sekolah sudah menginformasikan kepada seluruh warga sekolah juga orangtua, bagaimana proses UNBK dan memberi­kan gambaran kepada mereka bagaimana prosedurnya.

“Secara keseluruhan YPHB sudah siap baik materil juga formil, persiapan ini su­dah kami lakukan dari sejak lima bulan be­lakangan, jadi semuanya sudah serba siap. Informasinya juga selalu kami sampaikan kepada orangtua agar tidak ada kesalahpa­haman, mulai dari tiga kali tryout hingga UNBK,” kata dia saat ditemui di ruangan­nya.

Sebanyak, sambunga Andriansyah, 90 komputer 20 komputer cadangan sudah disiapkan untuk pelaksanaan UNBK nanti, diantaranya ruang pertama 34 komputer, ruang dua 30 komputer dan ruang tiga 30 komputer disertai beberapa komputer cadangan yang ada di masing-masing ru­ang ujian.

“Kami hanya menggunakan dua shift jam saja, sebab jumlah murid kami yang UNBK ada sekitar 175 siswa,” tambahnya.

Kepala Laboraturium Komputer YPHB, Erwan Setiawan juga menambahkan be­berapa komputer yang ada masih baru dan belum dipakai. Semua komputer sudah di­masukan ke dalam aplikasi Puspendik CBT Application. Setiap menit ia selalu meman­tau semua komputer yang akan digunakan saat UNBK nanti, itu sebabnya komputer di laboraturiumnya selalu menyala.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menen­gah Atas Negeri 3 (SMAN) Kota Bogor, Acep Sukirman juga mengaku ada sekitar 120 komputer yang sudah disipakan di seko­lahnya, sedangkan sepuluh komputer un­tuk cadangan.

“Pokoknya semua sudah oke, simulasi juga sudah kami lakukan, dan rencananya Kamis (24/6/2016) akan dilakukan simu­lasi Bahasa Inggris. Kami menggunakan lima kelas, empat aktif terpakai dan satu untuk cadangan, disini kami pakai tiga shift untuk merolling ujian anak-anak,” pungkasnya.

loading...