IMG_2703

Jelang laga amal Trofeo Bogor, Persikabo siap menurunkan skuat terbaiknya dengan kondisi prima

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Persikabo menunjukkan keseriusan dalam menghadapi laga sentilan untuk konflik yang tengah membara antara Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Tim berjuluk Laskar Pajajaran ini bangkit dari tidur panjang kedua demi menghadapi laga yang ditujukan juga untuk penggalangan dana amal tersebut. Punggawa muda Laskar Pajajaran telah menggelar latiha resmi sebanyak dua kali di pekan ini. “Walaupun laga amal, kami akan tampil maksimal. Pasalnya laga ini sedikit banyak berpengaruh pada masa depan persepakbolaan Tanah Air yang saat ini tengah gonjang-ganjing dan dalam hitungan hari terancam terkena sanksi dari FIFA,” katanya. Dalam dua kali latihan resmi yang digelar, para pemain yang hadir dalam latihan tersebut komplit. “Kondisi fisik mereka juga masih bagus dan siap untuk bertanding. Walaupun di awal sesi tidak 100 persen, namun setelah dua kali latihand an pemanasan, kondisinya kembali prima,” ujarnya. Di sisi lain, PT Liga Indonesia akhirnya membatalkan gelaran QNB Indonesia Champions Cup yang sedianya mulai digelar pada 26 Mei 2015 mendatang. Turnamen pramusim tersebut diadakan sebagai pengganti QNB League 2015. Sekretaris PT Liga, Tigorshalom Boboy, mengatakan pihaknya selaku operator telah mengusahakan berbagai cara untuk menggelar turnamen yang akan diikuti 18 klub itu. Namun, upaya mereka mentok pada level permohonan rekomendasi pertandingan kepada Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). “BOPI mengirim surat kepada kami yang intinya menyarankan agar kami berkoordinasi dan meminta rekomendasi dari Tim Transisi baru kemudian balik lagi ke BOPI,” ujar Tigor dalam acara jumpa pers di kantor PT Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/5/2015). “Dalam posisi itu kami mengambil singkatnya saja, yakni BOPI tidak memberi rekomendasi. Dengan begitu proses selanjutnya, saya tidak bisa berharap banyak kepada pihak kepolisian,” ujar Tigor. Tigor menambahkan, segala upaya juga sudah ditempuh oleh sejumlah klub di daerah-daerah terkait persiapan penyelenggaraan turnamen sela ini. Namun, menurut dia, klub-klub tersebut juga mengalami hambatan ketika mencoba mengajukan izin pertandingan kepada pihak kepolisian. “Jawabannya masih sama seperti yang sebelumnya (QNB League dihentikan). Itu yang membuat kami memutuskan membatalkan turnamen pramusim ini,” katanya. Kisruh yang melanda sepakbola Indonesia memang semakin mengkhawatirkan. Utamanya setelah pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, membentuk Tim Transisi yang bertugas mengambil alih PSSI. Tim ini awalnya dihuni 17 anggota namun belakangan menyusut hingga 13 orang. Tim ini telah mendapat SK dari Menpora dan diketuai oleh Bibit Samad Rianto. Pembentukan tim ini juga semakin mendekatkan Indonesia dengan sanksi pembekuan dari FIFA. Pasalnya, beberapa waktu lalu, FIFA telah mengultimatum pemerintah Indonesia agar menjauh dari PSSI paling lambat 29 Mei 2015. Bila tidak, FIFA akan membekukan sepakbola Indonesia.