Miralem_Pjani___presentezione_Juventus_render_TURIN– Juventus akhirnya resmi memperkenalkan Mi­ralem Pjanic sebagai punggawa baru mereka. Sejak di­datangkan dari AS Roma, Juni lalu, gelandang Bosnia dan Herzegovina baru sempat dikenalkan pada publik Turin. Pjanic pun menggantungkan target tinggi di Turin. Yakni ingin menjadi sosok hebat seperti Zinedine Zidane.

Zidane pernah bermain selama lima musim untuk Juventus. Dalam lima tahun tersebut, Zidane membantu The Old Lady menjuarai Serie A dua kali, plus menjua­rai Piala Super Italia satu kali dan Piala Super UEFA satu kali. Nama Zidane melambung bersama Juventus sebe­lum akhirnya pindah ke Real Madrid pada 2001.

Lima belas tahun setelah kepergian Zidane dari Ju­ventus, Pjanic bergabung setelah Juventus membayar 32 juta euro kepada AS Roma. Ia tidak akan mengenakan nomor 21 seperti Zidane dulu, melainkan nomor 5, yang uniknya merupakan nomor punggung Zidane di Madrid.

“Saya akan mengenakan nomor 5. Zidane adalah ido­la saya dan pernah mengenakan nomor tersebut. Saya bakal bangga mengenakannya,” ujar Pjanic dalam kon­ferensi pers di perkenalannya seperti dilansir Soccerway.

“Saya memahami klub seperti apa Juventus sebelum saya datang ke sini. Saya akan berusaha sebisa mungkin, meraih pencapaian-pencapaian besar, dan terus mengin­car kemenangan di sini. Saya bangga bisa berada di sini. Juventus adalah klub hebat dengan pemain-pemain yang luar biasa. Saya harap, saya bisa memenangi banyak ge­lar,” kata pemain 26 tahun ini.

Pjanic bermain 33 kali untuk Roma di Serie A musim lalu, mencetak 10 gol dan menyumbang 12 assist. Selain itu, menurut catatan Squawka, ia juga sukses meng­kreasikan 80 peluang sepanjang musim untuk I Lupi.

Tidak hanya untuk prestasi pribadi. Pjanic juga bakal membantu Juve mempertahankan dominasi di liga Ita­lia Serie A dengan meraih Scudetto keenam beruntun. Pjanic menjadi salah satu dari dua pemain yang telah di­rekrut Juventus di bursa transfer musim panas ini

Juventus adalah kampiun Serie A dalam lima musim terakhir dan pemenang dua edisi terakhir Coppa Italia. Mereka juga tengah berusaha keras untuk menjuarai Liga Champions setelah terakhir kali berjaya pada 1996..

“Hal paling penting adalah mempertah­ankan trofi-trofi yang kami menangi musim lalu. Tentu saja tim, klub seperti Juve, selalu ingin memenangi segalanya. Setiap lawan yang kami hadapi, baik di Liga Champi­

ons, liga, maupun Coppa, kami ingin menang,” tambahnya.

“Target-target kami akan selalu jadi target-target yang paling tinggi. Prioritasnya tentu saja meraih scudetto dan menuliskan sejarah. Enam scudetto secara beruntun akan menjadi hal bagus dan saya berharap bisa membantu Juve mempertahankan scu­detto,” katanya seperti dikutip Football Italia.

Di kubu Roma, allenatore Luciano Spalletti mengaku bakal sulit mencari pengganti Pjanic.

Roma – Kepergian Miralem Pjanic ke Juventus diakui Luciano Spalletti sebagai sebuah pukulan. Spalletti mengatakan, tidak akan mudah mencari pengganti Pjanic. “Mencari pengganti Mi­ralem bakal sulit. Dia punya kualitas dan cara dia mengambil keputusan juga bagus. Namun demikian, target kami tetaplah bersaing dengan Juventus dan tim-tim papan atas lainnya,” kata Spalletti seperti dilansir Soccerway.

Sejauh ini, Roma baru mempermanenkan Antonio Rudiger dan Stephan El Shaarawy. Pemain lainnya yang juga sudah di­datangkan adalah Alisson (kiper), Umar Sadiq (pemain depan), Nura Abdullahi (bek), dan Norbert Gyomber (bek). Nama-nama tersebut, kecuali Alisson, juga dipermanenkan status peminja­mannya. (Rishad/Net)

loading...