SUKAJAYA TODAY – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor merespon langsung permohonan LSM Gerakan Pemburu Koruptor (Gempur) untuk segera melihat kondisi Pondok Pesantren Nurul Hikmah di di Kampung Congcorang Lebak RT 2 RW 2 Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya, Senin (20/1/2020).

Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Kab Bogor Dadang Ramdani menyerahkan bantuan kepada Ponpes sejumlah uang dan bahan lgistik lainnya.

“Secara laporan kami sudah menerima, makanya hari ini kami datang untuk merespon bagaimana kami sesungguhnya sangat concern kepada lembaga-lembaga dibawah Kemenag yang terdampak bencana alam ini,” kata Dadang.

Dalam kesempatan itu juga, Dadang bersama tim tanggap bencana Kemenag Kab Bogor melihat secara langsung dan menyeluruh kondisi Ponpes di Desa Harkat Jaya ini, menurutnya, secara kondisi memang Ponpes ini rusak berat, artinya butuh pembangunan fisik lagi.

“Secara kondisi tentu kerusakannya cukup berat. Dan ini akan menajdi bahan kajian dan laporan kita ke Kanwil, dan kita pun hari ini menyumbang kebutuhan Ponpes dan santrinya,”ujarnya.

Sebelumnya, LSM Gempur tak kuasa melihat kondisi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hikmah di Kampung Congcorang Lebak RT 2 RW 2 Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya. Kesedihan itu Nampak ketika melihat langsung kondisi Ponpes pasca diterjang banjir bandang pada awal Januari lalu.

Kerusakan Nampak terlihat hampir disemua bangunan milik Ponpes tersebut, mulai dari kobong santri yang rusak parah, dinding bangunan yang jebol terhantam derasnya air dan batu, bahkan yang tersisa hanya besi behel sedangkan kulit bangunannya sudah terkelupas terbawa air bah.

Tak hanya kobong santri, rumah sang ustad pun tak terlepas dari terjangan air bandang tersebut, walhasil rumah itu pun hanya tersisa beberapa tembok saja, karena bagian tembok lainnya sudah hancur dan rata dengan tanah.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, saya pun tak kuasa melihat kondisi Ponpes ini. Hampir disemua bangunan rusak parah, dan ini sulit ditinggali para santri,” kata Ketua LSM Gempur Bogor Raya, Nucrholis Fadillah.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan, kata mantan jurnalis ini, seharusnya ini menjadi prioritas dari lembaga terkait khususnya Kementerian Agama.

“Karena ini dibawah Kemenag, kami minta Kemenag segera turun tangan, kasian kondisi santrinya, kalau tidak salah ada sekitar 52 santri dan posisi sekarang mereka mengungsi, karena memang kalau disini bahaya juga, ngeri kalau ada banjir lagi,” tandasnya. (Agus)

loading...