Untitled-2Ada satu coffee house baru yang berbeda dari biasanya, tepatnya di Poolside Parahyangan. Anda akan menemukan atmosfer yang sejuk dan menyenangkan, serta dikelilingi pemandangan yang sangat indah yakni Gunung Gede, Gunung Salak, Bukit Gunung Bundar dan pemandangan kolam renang.

Hesti Amelia
([email protected])

Anda dapat berkumpul di Poolside Parahyangan Coffee House ber­sama teman dan kolega, sambil menikmati kopi racikan tradision­al barista Poolside Parahyangan ditemani kudapan yang lezat dan terjangkau harganya.

Poolside Parahyangan Coffee House yang didirikan sejak 1 Januari 2016 merupakan ba­gian dari fasilitas perumahan. “Pertamanya saya membuat perumahan terlebih dahulu di Cimahpar. Agar orang-orang tertarik dengan perumahan di sini di bangunlah kolam renang. Perlahan cof­fee house sampai resto yang saya diri­kan,” ungkap HA Ruhul Qisthi kepada Bogor Today.

Ruhul mengatakan, dalam mendirikan Poolside Parahyangan Coffee House mem­butuhkan perjuangan. “Umumnya dalam membuat resto atau cafe ia tanya kesiapa­pun manager di cafe untuk sosialisasi, dan perbaikan manajemen minimal enam bulan sudah berjalan artinya sudah top. Itu masa-masa orientasi di enam bulan,” katanya.

“Selalu pasti ada perubahan karena di masa itu kita perlu promo yang gencar dan ekstra. Kebanyakan orang yang datang kesini dan melihat jalannya yang sangat sempit agak kesal, namun pas sampai di Poolside Parahy­angan sudah sangat terobati. Kadang-kadang tamu dari Jakarta sangat nyaman di sini, sam­pai coffee shop sudah tutup masih saja tetap di sini,” tambah Ruhul.

Diberi nama coffee house menurut Ruhul karena daerah Cimahpar termasuk daerah religious. “Kalau saya buka pakai nama cafe mereka tidak mengijinkan, karena cafe iden­tik menjual minuman alkohol minimal men­jual beer. Dimana-mana coffee house khusus menjual menu kopi,” lanjutnya.

Poolside Parahyangan Coffee House terle­tak di Jalan Tumenggung Wiradireja Nomor 108 Cimahpar, Bogor Utara awalnya memiliki konsep coffee house namun seiring berjalan­nya waktu menjadi musik cafe.

“Awalnya kami mengusung konsep coffee house, yang dinamakan coffee house pasti terdapat makanan ringan saja. Ternyata ban­yak pengunjung yang meminta ada makanan berat­nya juga. Karena coffee house kami gabung dengan kolam renang, dan saat berenang menguras tenaga mungkin mer­eka membutuhkan makanan be­rat, “ terangnya sam­b i l tertawa.

Poolside Parahyan­gan Coffee House tentunya mengandalkan menu kopi yakni; traditional brew dengan menggunakan alat kopi seperti v60, vietnam drip, espresso, plungar, syphon, cold brew, coffee espresso, double espresso, machia­to, cheese cake latte, cof­fee latte, dan masih banyak lagi. Khusus untuk menu creme brulle yang rasanya seperti moka, sedangkan proses pembuatan sama sep­erti kopi lainnya yaitu di blend dahulu. Namun pada saat proses akhir dibakar, setelah itu akan mendapatkan rasa sep­erti karamel.

Untuk membuat coffee house blend, Poolside Parahy­angan memakai biji kopi dari Toraja, Garut, dan Papua. Kopi tersebut memiliki aroma yang beragam tergantung nanamnya dimana. Seperti di Toraja yang penanaman biji kopi menyatu dengan perkebunan cokelat sehingga rasanya mirip dengan cokelat, sedangkan Garut perkebu­nanannya menjadi satu dengan strawberry se­hingga rasanya lebih strawberyy. Kalau Papua ada khas aroma tersendiri yang khusus lebih ke origin. “Untuk membuat house blend kita bukan hanya paham single origin tetapi lebih kerasa yang ingin ditawarkan ke pelanggan,” jelasnya.

Menu makanan beratnya terdapat ayam bakar parahyangan tetapi hanya disajikan di hari Sabtu dan Minggu. Karena ayam bakar ini disajikan di pinggir kolam renang memakai konsep open kitchen.

Jangan khawatir untuk hari kerja bahkan tiap harinya juga ada menu andalan nasi goreng parahyangan yang dimasak dengan campuran telor asin lalu dibalut dengan telor dadar. Ada juga chicken noodle atau mie ayam, dan masih banyak lagi menu makanan berat lainnya.

Menu cemilan Poolside Parahyangan Coffee House memiliki singkong Thailand (Sinthai), dimana singkong tersebut terasa manis dan diberi fla yang terasa asin. Ada juga tahu kipas sebagai menu yang paling banyak di pesan atau favorit.

Tidak lengkap rasan­ya habis berenang sudah makan kenyang, dan butuh minuman segar. Poolside Parahyangan Coffee House menyediakan minuman plam­donk juice, ice lychee tea, an­eka smoothies, signature drink, dan aneka minuman cokelat.

Harga-harga menu kopi, makanan, dan minuman di Poolside Parahyangan Coffee House tidak akan mem­buat kantong Anda jebol, hanya Rp 10.000-Rp 24.000 untuk menu kopi, makanan cemilan Rp 15.000-Rp 20.000, dan makanan berat Rp 20.000-Rp 40.000.

Dengan jam operasional 14.00-22.00 WIB pada weekday, sedangkan weekend 14.00- 24.00 WIB, saat ini Poolside Parahyangan sedang memberikan promo Rp 35.000 sudah termasuk tiket kolam renang serta dapat mie ayam atau ayam bakar, yang berlaku pada hari Senin-Jumat.

Sambil menyantap makanan dan minu­man di Poolside Parahyangan Coffee House Anda dapat menikmati beragam fasilitas yang disediakan seperti kolam renang, musholla, toilet, wifi, dan live musik tiap malam yang berbeda-beda.

Khusus dihari Senin musik Koes Plus. Se­lasa, lagu-lagu lama. Rabu, top fourty. Sabtu, klasik rock. dan Minggu, semua jenis musik. “Live music yang kami sediakan langsung dimainkan dengan peralatan alat musiknya. Karena kita memiliki gitar, drum, dan piano keyboard.

karena memiliki area parkir yang sangat luas, Poolside Parahyangan Coffee House sering sekali dipakai untuk kumpul bersama para anggota club motor atau mobil, dan juga ulang tahu. Soal makanan dan minuman jan­gan khawatir, telah disediakan paket prasman­an atau buffet seharga Rp 75.000-Rp 100.000 minimal 30 orang. “Bisa juga pesan sesuai menu yang telah disediakan,” jelasnya.

Selama menjalankan bisnis ini Ruhul men­gaku belum bisa melepas usahanya sampai turun tangan sendiri, sebab harus melihat. “Yang namanya usaha baru kekurangan pasti ada dan selalu melakukan perbaikan. Seperti tiga bulan pertama terdapat masalah di tek­nis,” kata Ruhul.

Menurut Ruhul, modal awal mendirikan coffee house ini menghabiskan Rp 400 juta yang digunakan untuk membeli peralatan da­pur, interior, dan beragam fasilitas yang dise­diakan. “Soal omset belum keliatan dan masih sangat jauh. Target saya setelah buka di tahun pertama dan kedua tiap bulannya harus ma­suk Rp 100 juta,” tandas Ruhul. (*)

loading...