CIBINONG TODAY – Pria berinisial H (23) pelaku pembunuhan dan pencabulan FAN (8) anak di bawah umur, di Kampung Cinangka, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, terancam hukuman penjara seumur hidup dengan jeratan pasal perlindungan anak.

Kapolres Bogor, AKBP Andy Moch Dicky mengatakan, pelaku H dikenakan pasal berlapis dalam kasus yang mengakibatkan meninggalnya anak perempuan berusia 8 tahun.

“Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang nomor 35 tahun 2014, perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan atau pasal 338 KUHP Jelaskan 2 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup,” Kata Dicky saat konferensi pers di Mako Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/7/2019).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku H yang tinggal mengontrak di rumah milik orang tua FAN itu, bermula saat korban meminta uang jajan sebesar Rp2.000 kepada pelaku pada Sabtu (29/6) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Kemudian pelaku memberikannya. Selang beberapa saat, korban mengambil uang Rp10.000 milik pelaku. Dengan iming-iming pelaku akan memberikan uang Rp5.000 lagi, pelaku memaksa korban untuk mengikuti keinginan (bejatnya-red),” beber Dicky.

Dalam kesempatan itu, pelaku yang diketahui sehari-harinya berprofesi sebagai tukang bubur itu mencium pipi FAN sebanyak dua kali. Namun, FAN melawan dan berontak, yang membuat pelaku H panik dan membekap, mulut serta mengangkat FAN lalu dimasukannya ke dalam ember berisi air.

“Kejahatannya tak sampai disitu. Selang 15 menit korban yang dipastikan tidak bernyawa lagi itu, diangkat oleh pelaku dan ditelentangkan di atas karpet untuk kemudian disetubuhi,” ungkap Dicky.

Setelah menyetubuhi FAN, pelaku lantas memasukan jasad anak perempuan kecil itu ke dalam bak mandi dengan posisi telentang, kemudian menutupnya dengan karpet dan pakaian-pakaian kotor beserta ember berisi air di bagian atasnya.

“Setelah itu, pelaku meminjam uang kepada temannya sebesar Rp300 ribu dengan alasan untuk biaya pulang kampung. Tapi nyatanyag pelaku melarikan diri ke Surabaya, Semarang dan berakhir dengan menyerahkan diri ke Polsek Moga, Pemalang Jawa Tengah, pada Rabu (3/7) lalu,” jelas Dicky. (Firdaus)